Buliran, Jakarta - Saat ini, pilihan menjadi pengusaha rasa-rasanya tak lagi tepat. Karena tantangannya begitu luar biasa. Mulai lemahnya daya beli hingga nilai tukar (kurs) rupiah yang terus melemah. Sehingga wajar banyak pengusaha yang gulung tikar.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, insentif fiskal dan moneter sangat dibutuhkan untuk menjaga ekonomi Indonesia bisa sesuai target 5,2 persen. Terlebih di tengah besarnya tekanan daya beli masyarakat.
Namun, menurutnya, dari sisi fiskal sendiri, pemerintah masih kesulitan menjaga stabilitasnya saat ini, tercermin dari penerimaan pajak yang terus merosot. Per Februari 2025 saja hanya senilai Rp187,8 triliun atau turun 30,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi moneter, untuk mengharapkan penurunan suku bunga acuan pun menurutnya masih sangat sulit. Terlihat dari masih tingginya kebutuhan dolar AS di tanah air, membuat stabilitas kurs rupiah tak kunjung tercipta.
Editor : Redaktur Buliran