Scroll untuk baca artikel
scroll mobile
banner ping kiri 120x600
banner kuping kanan120x600
banner1

Mahalnya Dolar AS Bisa Bikin Ekonomi Bubar Jalan, Bikin Pengusaha Sulit Bernafas

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani.
Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani.
bawah headline

Buliran, Jakarta - Saat ini, pilihan menjadi pengusaha rasa-rasanya tak lagi tepat. Karena tantangannya begitu luar biasa. Mulai lemahnya daya beli hingga nilai tukar (kurs) rupiah yang terus melemah. Sehingga wajar banyak pengusaha yang gulung tikar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, insentif fiskal dan moneter sangat dibutuhkan untuk menjaga ekonomi Indonesia bisa sesuai target 5,2 persen. Terlebih di tengah besarnya tekanan daya beli masyarakat.

Namun, menurutnya, dari sisi fiskal sendiri, pemerintah masih kesulitan menjaga stabilitasnya saat ini, tercermin dari penerimaan pajak yang terus merosot. Per Februari 2025 saja hanya senilai Rp187,8 triliun atau turun 30,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Advertisement
scrol dalam berita
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kalau kita lihat dari sisi fiskal Indonesia masih kesulitan memperluas basis pajak, basis pembayar pajak, dan kita lihat dari penerimaan fiskal hingga Februari 2025 itu, jauh di bawah ekspektasi," kata Shinta di Jakarta, Rabu (25/3/2025).

Dari sisi moneter, untuk mengharapkan penurunan suku bunga acuan pun menurutnya masih sangat sulit. Terlihat dari masih tingginya kebutuhan dolar AS di tanah air, membuat stabilitas kurs rupiah tak kunjung tercipta.

Editor : Redaktur Buliran
dibawah pilihan editor
vertikal dalam kontent
Bagikan

Berita Terkait
Terkini