Namun, melalui semuanya, dia berusaha menerapkan prinsip-prinsip Stoik dalam hidupnya.Karya Marcus Aurelius yang paling terkenal adalah Meditations, sebuah kumpulan pemikiran dan refleksi pribadinya tentang kehidupan, kebajikan dan filosofi Stoik.
Meditations bukanlah buku yang ditulis untuk dipublikasikan, melainkan catatan pribadinya yang penuh dengan nasihat bijaksana tentang bagaimana menjalani hidup dengan ketenangan dan kebijaksanaan.Marcus Aurelius mengajarkan bahwa kita harus berfokus pada tugas-tugas kita sebagai manusia dan menjalani hidup dengan kebajikan, terlepas dari situasi eksternal.
Baginya, Stoicisme adalah panduan praktis untuk menjalani hidup yang baik dan menjadi manusia yang lebih baik.Ajaran Marcus Aurelius terus dicari hingga era modern karena memberikan panduan praktis untuk menghadapi tekanan hidup dengan ketenangan dan rasa syukur.
5. Cleanthes: Penyair dan Penerus Zeno
Cleanthes (330-230 SM) adalah seorang filsuf Stoik dan penerus Zeno sebagai kepala sekolah Stoik di Athena.
Dia percaya bahwa alam semesta diatur oleh suatu kekuatan rasional yang harus kita pelajari untuk hidup selaras dengannya.Cleanthes juga menekankan pentingnya disiplin diri dan ketenangan batin dalam menghadapi kehidupan.
Meskipun tidak banyak tulisan Cleanthes yang bertahan, pengaruhnya terhadap ajaran Stoik tetap signifikan.Ia mengajarkan bahwa kita harus menjalani hidup yang selaras dengan hukum alam dan tetap berpegang pada kebajikan, apa pun tantangan yang kita hadapi.
Relevansi Stoicisme di Era ModernFilosofi Stoik tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga menawarkan solusi praktis untuk tantangan modern.
Dalam era yang penuh dengan tekanan kerja, ketidakpastian ekonomi dan kecemasan global, ajaran para filsuf Stoik memberikan panduan untuk mencapai ketenangan batin dan kebahagiaan yang lebih stabil.Stoicisme mengajarkan bahwa kita tidak bisa mengendalikan peristiwa eksternal, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bereaksi terhadapnya.
Editor : Buliran News