Profil Provinsi Sumatera Utara

Avatar Of Teddy Chaniago
1.1 Sumut | Buliran.com

PADA zaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh pulau Sumatra, dipimpin oleh seorang Gubernur yang berkedudukan di Kota Medan.

Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Daerah (KND), Provinsi Sumatra kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Provinsi Sumatra Utara sendiri merupakan penggabungan dari tiga daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatra Timur, dan Keresidenan Tapanuli.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatra dibagi menjadi tiga provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu: Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Tengah, dan Provinsi Sumatra Selatan. Tanggal 15 April 1948 selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Sumatra Utara.

1.2 Sumut | Buliran.com

Pada awal tahun 1949, dilakukan kembali reorganisasi pemerintahan di Sumatra. Dengan Keputusan Pemerintah Darurat R.I. Nomor 22/Pem/PDRI pada tanggal 17 Mei 1949, jabatan Gubernur Sumatra Utara ditiadakan. Selanjutnya dengan Ketetapan Pemerintah Darurat R.I. pada tanggal 17 Desember 1949, dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatra Timur. Kemudian, dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 5 Tahun 1950 pada tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan tersebut dicabut dan dibentuk kembali Provinsi Sumatra Utara.

Dengan Undang-Undang R.I. No. 24 Tahun 1956 yang diundangkan pada tanggal 7 Desember 1956, dibentuk Daerah Otonom Provinsi Aceh, sehingga wilayah Provinsi Sumatra Utara sebagian menjadi wilayah Provinsi Aceh.

Terdapat 419 pulau di propisi Sumatra Utara. Pulau-pulau terluar adalah pulau Simuk (kepulauan Nias), dan pulau Berhala di selat Sumatra (Malaka). Kepulauan Nias terdiri dari pulau Nias sebagai pulau utama dan pulau-pulau kecil lain di sekitarnya. Kepulauan Nias terletak di lepas pantai pesisir barat di Samudera Hindia. Pusat pemerintahan terletak di Gunung Sitoli.

Kepulauan Batu terdiri dari 51 pulau dengan 4 pulau besar: Sibuasi, Pini, Tanahbala, Tanahmasa. Pusat pemerintahan di Pulautelo di pulau Sibuasi. Kepulauan Batu terletak di tenggara kepulauan Nias. Pulau-pulau lain di Sumatra Utara: Imanna, Pasu, Bawa, Hamutaia, Batumakalele, Lego, Masa, Bau, Simaleh, Makole, Jake, dan Sigata, Wunga.

Di Sumatera Utara saat ini terdapat dua taman nasional, yakni Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Menurut Keputusan Menteri Kehutanan, Nomor 44 Tahun 2005, luas hutan di Sumatra Utara saat ini 3.742.120 hektare (ha). Yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam seluas 477.070 ha, Hutan Lindung 1.297.330 ha, Hutan Produksi Terbatas 879.270 ha, Hutan Produksi Tetap 1.035.690 ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas 52.760 ha.

Namun angka ini sifatnya secara de jure saja. Sebab secara de facto, hutan yang ada tidak seluas itu lagi. Terjadi banyak kerusakan akibat perambahan dan pembalakan liar. Sejauh ini, sudah 206.000 ha lebih hutan di Sumut telah mengalami perubahan fungsi. Telah berubah menjadi lahan perkebunan, transmigrasi. Dari luas tersebut, sebanyak 163.000 ha untuk areal perkebunan dan 42.900 ha untuk areal transmigrasi.

1. Sumut | Buliran.com

Secara geografi, Provinsi Sumatera Utara beribukota Medan, terletak antara 10 – 40 LU, 980 – 1000 B.T. Batas wilayahnya sebelah utara provinsi Aceh dan Selat Sumatera, sebelah barat berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat dan Riau, sedangkan sebelah Timur di batasi oleh Selat Sumatera.

Daerahnya terdiri atas pantai dan dataran rendah di sebelah timur dan barat provinsi ini, dan dataran tinggi yang terdapat di dataran tinggi Karo, Toba dan Humbang. Gunung-gunungnya antara lain Sibayak, Sinabung, Martimbang, Sorik Marapi dan lain-lain. Kemudian sungai-sungainya adalah sungai Wampu, Batang Serangan, Deli, Asahan dan lain-laainnya.

Kekayaan alam yang dimiliki Sumatera Utara adalah minyak bumi, batu bara, belerang, emas dan sebagainya yang merupakan hasil tambang. Dan kini provinsi ini lebih dikenal lagi dengan bendungan raksasa Asahan dengan air terjun Sigura-gura yang merupakan proyek besar pembangkit tenaga listrik. Flora ada bermacam-macam, dari tanaman yang ada di hutan dengan hasil hutan kayu, damar dan rotan, juga tanaman yang diusahakan oleh penduduk seperti padi, sayur-sayuran dan tanaman perkebunan lainnya

Penduduk Sumatera Utara menurut golongan etnis terdiri dari penduduk asli Sumatera Utara, penduduk asli pendatang dan penduduk asing. Yang termasuk penduduk asli ialah: suku Melayu, Batak Karo, Simalungun, Fak-fak/Dairi, Batak Toba, Mandailing, Pesisir dan Nias.

Golongan pribumi pendatang adalah suku: Jawa, Sunda, Bali, Ambon, Minahasa, Banjar, Palembang, Riau, Minangkabau dan lain-lain, sedangkan penduduk asing adalah orang-orang Arab, India, Cina dan bangsa-bangsa lain. Penduduk Sumatera Utara sekitar 80% tinggal di desa-desa sebagai petani dan lainnya tinggal di kota sebagai pedagang, pegawai, tukang dan sebagainya.

Baca Juga   Profil Aceh atau Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

1. Peta 1 | Buliran.com

Susunan masyarakat di daerah Sumatera Utara adalah berdasarkan genealogis-teritorial atau suatu keturunan daerah dan wilayah, misalnya suku Batak Toba, Mandailing dan Nias. Sedangkan di wilayah Sumatera Timur atau Melayu adalah berdasarkan teritorial. Bila ditinjau dari kekerabatan dari segi garis keturunannya, maka suku Batak dan Nias adalah patrinileal yaitu garis keturunan yang dipandang dari garis keturunan Batak, dan suku Melayu adalah parental, yaitu garis keturunan yang dipandang dari kedua belah pihak, bapak dan ibu.

Kelompok kekerabatan Nias disebut Sangabato yakni keluarga batih dan keluarga luas yang disebut sangabato sehua. Gabungan dari sangabato sehua dari satu leluhur disebut mado yang dapat disamakan dengan marga pada suku Batak, yakni klen besar patrilokal.

Provinsi Sumatera Utara terletak pada 10-40 Lintang Utara dan 980 1000 Bujur Timur, yang pada tahun 2004 memiliki 18 Kabupaten dan 7 kota, dan terdiri dari 328 kecamatan, secara keseluruhan Provinsi Sumatera Utara mempunyai 5.086 desa dan 382 kelurahan.

Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km2, Sumatera Utara tersohor karena luas perkebunannya, hingga kini, perkebunan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara. Sumatera Utara menghasilkan karet, coklat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkeh, kelapa, kayu manis, dan tembakau. Perkebunan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, dan Tapanuli Selatan. Komoditas tersebut telah diekspor ke berbagai negara dan memberikan sumbangan devisa yang sangat besar bagi Indonesia.

Selain komoditas perkebunan, Sumatera Utara juga dikenal sebagai penghasil komoditas holtikultura (sayur-mayur dan buah-buahan); misalnya Jeruk Medan, Jambu Deli, Sayur Kol, Tomat, Kentang, dan Wortel yang dihasilkan oleh Kabupaten Karo, Simalungun dan Tapanuli Utara. Produk holtikultura tersebut telah diekspor ke Malaysia dan Singapura.

1.3 Medan | Buliran.com

Pemerintah Provinsi (Pemprop) Sumatera Utara juga sudah membangun berbagai prasarana dan infrastruktur untuk memperlancar perdagangan baik antar kabupaten di Sumatera Utara maupun antara Sumatera Utara dengan provinsi lainnya. Sektor swasta juga terlibat dengan mendirikan berbagai properti untuk perdagangan, perkantoran, hotel dan lain-lain.

Tentu saja sektor lain, seperti koperasi, pertambangan dan energi, industri, pariwisata, pos dan telekomunikasi, transmigrasi, dan sektor sosial kemasyarakatan juga ikut dikembangkan. Untuk memudahkan koordinasi pembangunan, maka Sumatera Utara dibagi kedalam empat wilayah Pembangunan.

Sumatera Utara merupakan provinsi yang keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990 penduduk Sumatera Utara pada tanggal 31 Oktober 1990 (hari sensus) berjumlah 10,81 juta jiwa, dan pada tahun 2002, jumlah penduduk Sumatera Utara diperkirakan sebesar 11,85 juta jiwa.

Kepadatan penduduk Sumatera Utara tahun 1990 adalah 143 jiwa per km2 dan tahun 2002 meningkat menjadi 165 jiwa per km2, sedangkan laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara selama kurun waktu tahun 1990-2000 adalah 1,20 persen per tahun.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara setiap tahunnya tampak berfluktuasi. Pada tahun 2000. TPAK di daerah ini sebesar 57,34 persen, tahun 2001 naik menjadi 57,70 persen, tahun 2002 naik lagi menjadi 69,45 persen.

DAFTAR GUBERNUR;

  • Sutan Mohammad Amin Nasution ( 18 Juli 1948 – 1 Desember 1948)
  • Ferdinand Lumban Tobing (1 Desember 1948 – 1 Desember 1949)
  • Abdul Hakim Harahap (25 Januari 1951 – 23 Oktober 1953)
  • Sutan Kumala Pontas (18 Maret 1956 – 1 April 1960)
  • Radja Djunjungan Lubis (1 April 1960 – 5 April 1963)
  • Any Karim (8 April 1963 – 15 Juli 1963)
  • Ulung Sitepu (15 Juli 1963 – 16 November 1965)
  • PR. Telaumbanua (16 November 1965 – 31 Maret 1967)
  • Marah Halim Harahap (31 Maret 1967 – 12 Juni 1978)
  • Edward Waldemar Pahala Tambunan (12 Juni 1978 – 13 Juni 1963)
  • Kaharuddin Nasution (13 Juni 1983 – 13 Juni 1988)
  • Raja Inal Siregar (13 Juni 1988 – 15 Juni 1988)
  • Tengku Rizal Nurdin (15 Juni 1988 – 5 September 2005)
  • Rudolf Pardede (5 September 2005 – 16 Juni 2008)
  • Syamsul Arifin (16 Juni 2008 – 21 Maret 2011)
  • Gatot Pujo Nugroho (21 Maret 2011 – 4 Agustus 2015)
  • Edy Rahmayadi (5 September 2018 hingga sekarang)

Kabupaten/Kota di Sumatera Utara :

  • Kabupaten Asahan, Pusat Pemerintahan di Kisaran, Luas Wilayah 3.702,21 KM2, Jumlah Penduduk : 706.283 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 25, Jumlah Kelurahan/Desa : 27/177
  • Kabupaten Batu Bara, Pusat Pemerintahan di Limapuluh, Luas Wilayah : 922,20 KM2, Jumlah Penduduk : 400.803 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 7, Jumlah Kelurahan/Desa : 10/141
  • Kabupaten Dairi, Pusat Pemerintahan di Sidikalang, Luas Wilayah : 1.927,80 KM2, Jumlah Penduduk : 279.020 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 15, Jumlah Kelurahan/Desa : 8/161
  • Kabupaten Deli Serdang, Pusat Pemerintahan di Lubuk Pakam, Luas Wilayah : 2.241,68 KM2, Jumlah Penduduk : 2.029.308 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 22, Jumlah Kelurahan/Desa : 14/380
  • Kabupaten Humbang Hasundutan, Pusat Pemerintahan di Dolok Sanggul, Luas Wilayah : 2.335,33 KM2, Jumlah Penduduk : 182.991 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 10, Jumlah Kelurahan/Desa : 1/153
  • Kabupaten Karo, Pusat Pemerintahan di Kabanjahe, Luas Wilayah : 2.127,00 KM2, Jumlah Penduduk : 389.591 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 17, Jumlah Kelurahan/Desa : 10/259
  • Kabupaten Labuhanbatu, Pusat Pemerintahan di Rantau Prapat, Luas Wilayah : 2.156,02 KM2, Jumlah Penduduk : 462.191 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 9, Jumlah Kelurahan/Desa : 23/75
  • Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Pusat Pemerintahan di Kota Pinang, Luas Wilayah : 3.596 KM2, Jumlah Penduduk : 313.884 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 5, Jumlah Kelurahan/Desa : 2/52
  • Kabupaten Labuhanbatu Utara, Pusat Pemerintahan di Aek Kanopan, Luas Wilayah : 3.570,98 KM2, Jumlah Penduduk : 351.097 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 8, Jumlah Kelurahan/Desa : 8/82
  • Kabupaten Langkat, Pusat Pemerintahan di Stabat, Luas Wilayah : 6.262,00 KM2, Jumlah Penduduk : 1.013.385, Jumlah Kecamatan : 23, Jumlah Kelurahan/Desa : 37/240
  • Kabupaten Mandailing Natal, Pusat Pemerintahan di Panyabungan, Luas Wilayah : 6.134,00 KM2, Jumlah Penduduk : 430.894 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 23, Jumlah Kelurahan/Desa : 27/380
  • Kabupaten Nias, Pusat Pemerintahan di Gido, Luas Wilayah : 1.842,51 KM2, Jumlah Penduduk : 136.115 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 10, Jumlah Kelurahan/Desa : 0/170
  • Kabupaten Nias Barat, Pusat Pemerintahan di Lahomi, Luas Wilayah : 473,73 KM2, Jumlah Penduduk : 84.917 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 8, Jumlah Kelurahan/Desa : 0/105
  • Kabupaten Nias Selatan, Pusat Pemerintahan di Teluk Dalam, Luas Wilayah : 1.825,20 KM2, Jumlah Penduduk : 308.281 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 35, Jumlah Kelurahan/Desa : 3/457
  • Kabupaten Nias Utara, Pusat Pemerintahan di Lotu, Luas Wilayah : 1.202,78 KM2, Jumlah Penduduk : 133.897 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 11, Jumlah Kelurahan/Desa : 1/112
  • Kabupaten Padang Lawas, Pusat Pemerintahan di Sibuhuan, Luas Wilayah : 3.892,74 KM2, Jumlah Penduduk : 258.003 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 12, Jumlah Kelurahan/Desa : 1/303
  • Kabupaten Padang Lawas Utara, Pusat Pemerintahan di Gunung Tua, Luas Wilayah : 3.918,05 KM2, Jumlah Penduduk : 252.589 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 9, Jumlah Kelurahan/Desa : 2/386
  • Kabupaten Pakpak Bharat, Pusat Pemerintahan di Salak, Luas Wilayah : 1.218,30 KM2, Jumlah Penduduk : 45.516 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 8, Jumlah Kelurahan/Desa : 0/52
  • Kabupaten Samosir, Pusat Pemerintahan di Pangururan, Luas Wilayah : 2.069,05 KM2, Jumlah Penduduk : 123.789 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 9, Jumlah Kelurahan/Desa : 6/128
  • Kabupaten Serdang Bedagai, Pusat Pemerintahan di Seri Rampah, Luas Wilayah : 1.900,22 KM2, Jumlah Penduduk : 608.691 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 17, Jumlah Kelurahan/Desa : 6/237
  • Kabupaten Simalungun, Pusat Pemerintahan di Raya, Luas Wilayah : 4.386,60 KM2, Jumlah Penduduk : 849.405 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 31, Jumlah Kelurahan/Desa : 27/386
  • Kabupaten Tapanuli Selatan, Pusat Pemerintahan di Sipirok, Luas Wilayah : 6.030,47 KM2, Jumlah Penduduk : 275.098 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 14, Jumlah Kelurahan/Desa : 36/212
  • Kabupaten Tapanuli Tengah, Pusat Pemerintahan di Pandan, Luas Wilayah : 2.188,00 KM2, Jumlah Penduduk : 350.017 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 20, Jumlah Kelurahan/Desa : 56/159
  • Kabupaten Tapanuli Utara, Pusat Pemerintahan di Tarutung, Luas Wilayah : 3.791,64 KM2, Luas Wilayah : 293.399 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 15, Jumlah Kelurahan/Desa : 11/241
  • Kabupaten Toba, Pusat Pemerintahan di Balige, Luas Wilayah : 2.328,89 KM2, Jumlah Penduduk : 179.704 KM2, Jumlah Kecamatan : 16, Jumlah Kelurahan/Desa : 13/231
  • Kota Binjai, Pusat Pemerintahan di Binjai, Luas Wilayah : 59,19 KM2, Jumlah Penduduk : 264.687 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 5, Jumlah Kelurahan : 37
  • Kota Gunungsitoli, Pusat Pemerintahan di Gunungsitoli, Luas Wilayah : 280,78 KM2, Jumlah Penduduk : 135.995 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 6, Jumlah Kelurahan/Desa : 3/98
  • Kota Medan, Pusat Pemerintahan di Medan, Luas Wilayah : 265,10 KM2, Jumlah Penduduk : 2.210.624 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 21, Jumlah Kelurahan : 151
  • Kota Padang Sidempuan, Pusat Pemerintahan di Sidempuan, Luas Wilayah : 114,66 KM2, Jumlah Penduduk : 209.796 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 6, Jumlah Kelurahan/Desa : 37/42
  • Kota Pematangsiantar, Pusat Pemerintahan di Siantar, Luas Wilayah : 55,66 KM2, Jumlah Penduduk : 247.411 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 8, Jumlah Kelurahan : 53
  • Kota Sibolga, Pusat Pemerintahan di Sibolga, Luas Wilayah: 41,31 KM2, Jumlah Penduduk : 86.519 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 4, Jumlah Kelurahan : 17
  • Kota Tanjungbalai, Pusat Pemerintahan di Tanjungbalai, Luas Wilayah : 107,83 KM2, Jumlah Penduduk : 167.012 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 6, Jumlah Kelurahan : 31
  • Kota Tebing Tinggi, Pusat Pemerintahan di Tebing Tinggi, Luas Wilayah : 31,00 KM2, Jumlah Penduduk : 156.815 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 5, Jumlah Kelurahan : 35
Baca Juga   Profil Provinsi Kalimantan Tengah

Potensi Komoditas Ekspor Provinsi Sumatera Utara!

Sama seperti daerah sebelumnya di provinsi Sumatera Utara ini mrm Memiliki potensi ekspor mulai dari perkebunan, peternakan, perindustrian, pertanian, dan juga kelautan. Namun, di setiap sektornya selalu ada perbedaan yang menjadi ciri khas untuk orang-orang yang mengenalnya. Berikut adalah daftar ekspor ekspor Provinsi Sumatera Utara yang potensial.

1. Produk Perkebunan

Pusat perkebunan di Indonesia tersebar di berbagai provinsi, salah satunya di Provinsi Sumatera Utara. Di Provinsi Sumatera Utara ini yang paling banyak dijumpai adalah komoditas kelapa sawit, karet, kopi, tembakau, dan cokelat. Komoditas tembakau ini menjadi yang paling terkenal di kota Bremen, Jerman.

Produk Karet

Komoditas karet di Provinsi Sumatera Utara meningkat rata-rata sebesar 0,45 persen per tahun selama periode 2013-2016. Tanaman karet di Sumatera Utara memiliki luas sekitar 394.519 Ha pada tahun 2016 lalu. Luas ini bertambah pengingakatan yang signifikan dari tahun 2013 yang masih 394,113,57 Ha. Pusat perkebunan rakyat Sumatera Utara terletak di Kabupaten Mandailing Natal, Langkat, dan Padang Lawas Utara.

Produk Kelapa Sawit

Kelapa Sawit merupakan salah satu produk perkebunan yang memiliki wilayah luas sekitar 417.809 Ha pada tahun 2016 lalu. Tanaman ini juga menghasilkan 5.775.631,82 ton tandan buah segar (TBS) pada tahun 2016. Perkebunan Kelapa Sawit ini berrpusat di Kabupaten Asahan dan di daerah ini menyediakan 72.935 Ha kebun sawit sakyat. Hal ini juga sama dengan 18 persen dari seluruh perkebunan kelapa sawit yang dimiliki rakyat di Sumatera Utara.

Produk Kopi

Selain produk karet dan kelapa sawit, Provinsi Sumatera Utara ini juga memiliki tanaman kopi yang harus dibuat sebagai komoditas ekspor ke pasar ekspor internasional. Provinsi Sumatera Utara ini memiliki produk Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Produk kedua ini terjual dengan jumlah total 63.142 ton dan luas perkebunannya mencapai 84.605 Ha. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat tiga kabupaten yang menampung sebgai penghasil kopi, yaitu Kabupaten Dairi, Simalungun, dan Humbanghasundutan. Kopi Sidikalang yang terkenal di Pulau Jawa dan Eropa.

Baca Juga   Profil Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selain perkebunan rakyat yang dijual sebagai penghasil ekspor, di Sumatera Utara juga ada tiga perkebunan dan perkebunan yang juga memproduksi kelapa sawit, karet, kokela, tembakau, tebu, dan teh.

2.Produk Kehutanan

Provinsi Sumatera Utara membagi kawasan hutannya menjadi tiga kawasan yaitu Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi. Ketiga kawasan hutan ini memiliki fungsi dan produk yang berbeda-beda. Hutan Konsservasi merupakan hutan yang memiliki ciri khas yang berfungsi sebagai pengawet keanekaragaman hayati dan pembohong satwa serta ekosistemnya. Selain itu, hutan lindung merupakan kawasan hutan yang memiliki fungsi utama sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan untuk tata udara dan juga perlindungan kesuburan tanah.

Meskipun begitu, yang paling menonjol di kegiatan ekspor ini adalah Hutan Produksi. Hal ini ditimbulkan oleh produk-produknya yang dapat diluncurkan ke luar negeri. Hutan Produksi terbagi dalam tiga bagian yaitu Hutan Produksi Tetap (HT) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi yang dapat digunakan.

Produksi hasil hutan Sumatera Utara menurut jenis kayu log, kayu gergajian, kayu lapis, PULP dan hasil ikutan lainnya seperti rotan, arang dan getah tusam. Hasil produksi hutan terbesar tahun 2016 adalah log rimba sebesar 71.119,20 meter kubik dan log pinus sebesar 40.825,84 meter kubik.

3.Produk Pertambangan

Berdasarkan penelitian provinsi, Sumatera Utara juga memiliki kekayaan tambang. Tercatat bahwa ada 27 jenis barang tambang nonlogam (golongan C), 15 jenis barang tambang logam dan enam jenis minyak, gas (migas) dan energi. Barang tambang nonlogam antara lain batu gamping, dolomit, pasir kuarsa, belerang, kaolin, diatomea dan bentonit. Sementara barang tambang logam emas, perak, tembaga dan timah hitam.

Sementara itu, potensi migas dan energi di antara minyak bumi, gas alam dan panas bumi. Saat ini telah dilakukan eksploitasi terhadap minyak bumi di Sumatera Utara, dengan hasil produksi pada 2006 mencapai 21.000 barel minyak bumi. Produk Pertambangan tersebut diekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, Thailand, Singapura, dan juga India.

4.Produk Industri dan Manufaktur

Selain tiga di atas, Provinsi Sumatera Utara juga menambahkan beberapa produk hasil industrinya. Di antara produk tersebut adalah:

  • Makanan
  • Minuman
  • Pengolahan tembakau
  • Tekstil
  • Pakaian jadi
  • Kulit, barang dari kulit dan alas kaki
  • Kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya
  • Kertas dan barang dari kertas
  • Rekaman dan rekaman media
  • Produk dari batu bara dan pengilangan minyak bumi
  • Bahan kimia dan barang dari bahan kimia
  • Farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
  • Karet, barang dari karet dan plastik
  • Barang galian bukan logam
  • Logam dasar
  • Barang logam, bukan mesin dan peralatannya
  • Komputer, barang elektronik dan dan optik
  • Peralatan listrik
  • Mesin dan perlengkapan
  • Kendaraan transportasi, trailer dan semi trailer
  • Alat transportasi lainnya
  • Furnitur
  • Pengolahan lainnya
  • Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan