KSPI Ancam Gelar Mogok Nasional

Avatar Of Teddy Chaniago
14. Kspi | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana menggelar aksi mogok nasional apabila tuntutan mereka dalam aksi demonstrasi pada Selasa (26/10) besok tak digubris pemerintah. Salah satu tuntutan KSPI dalam aksi besok adalah kenaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10 persen.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi demonstrasi serentak yang diikuti 10 ribu buruh lebih di 100 kabupaten/kota besok barulah awalan. Jika tuntutan tak dikabulkan, mereka akan menggelar aksi lebih besar.

Jika masih tak didengar, puncaknya mereka akan menggelar aksi mogok nasional. “Puncaknya, tidak tertutup kemungkinan, kami melakukan aksi pemogokan secara nasional. Mogok nasional (yang berarti buruh) stop produksi,” kata Said dalam konferensi pers daring, Senin (25/10).

Said mengatakan, aksi demonstrasi besok dan aksi mogok nasional akan dilakukan sesuai prosedur. Jika mogok nasional jadi dilakukan, para buruh akan membuat pemberitahuan lalu berhenti produksi.

Aksi mogok akan dilakukan di pabrik masing-masing. “Jutaan buruh akan ikut mogok nasional. (Sebab) masalah upah adalah masalah serius,” ungkapnya.

Dalam aksi demonstrasi besok, kata Said, 10 ribu lebih anggota KSPI akan menyuarakan empat tuntutan. Pertama, menuntut pemerintah menaikkan UMK 2022 sebesar 7-10 persen.

Kenaikan UMK sebesar itu harus dilakukan karena harga barang-barang yang masuk komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) juga naik 7 -10 persen. Sebagai gambaran, Upah Minimum Provinsi (UMP) atau lebih dikenal dengan Upah Minimum Regional (UMR) di DKI Jakarta tahun 2021 adalah sebesar Rp 4.416.186.

Baca Juga   15 Provinsi Sudah Tetapkan UMP 2022, Ini Daftarnya