Vaksin Sinovac Disetop di Thailand

Avatar Of Teddy Chaniago
13. Sinovac | Buliran.com

BuliranNews, BANGKOK – Thailand akan berhenti menggunakan vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac. Ini dilakukan saat persediaan di negara itu habis. Hal ini dikatakan pejabat senior setempat Senin (18/10). Sebelumnya Thailand menggunakan vaksin itu secara ekstensif dan mengombinasikannya dengan vaksin lain yang dikembangkan Barat.

“Kami berharap untuk mendistribusikan semua dosis Sinovac minggu ini,” kata pejabat kesehatan Opas Karnkawinpong, dikutip Reuters, Selasa.

Nantinya, Thailand akan fokus menggabungkan vaksin lain, yakni AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech. Thailand sendiri adalah salah satu negara pertama yang mengkombinasikan suntikan vaksin berbeda produsen guna menekan kasus Covid-19.

Thailand telah menggunakan 31,5 juta dosis Sinovac sejak Februari. Ini dimulai dengan para pekerja garis depan seperti tenaga kesehatan dan kelompok berisiko.

“Kami berharap untuk mendistribusikan semua dosis Sinovac minggu ini,” kata pejabat kesehatan Opas Karnkawinpong, dikutip Reuters, Selasa.

Nantinya, Thailand akan fokus menggabungkan vaksin lain, yakni AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech. Thailand sendiri adalah salah satu negara pertama yang mengkombinasikan suntikan vaksin berbeda produsen guna menekan kasus Covid-19.

Thailand telah menggunakan 31,5 juta dosis Sinovac sejak Februari. Ini dimulai dengan para pekerja garis depan seperti tenaga kesehatan dan kelompok berisiko.(*/sef)

Baca Juga   Perang "Usir" 10 Juta Warga Ukraina dari Rumahnya