Biadab! Kepala Raja Dipenggal, Hatinya Dikeluarkan Lalu Istrinya Dianiaya

  • Share

BuliranNews, SAMOSIR – Entah kata apa yang tepat dialamatkan kepada Budianto Situmorang, warga Dusun III, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini, pada Sabtu (16/10) malam, dia tega menghabisi ayah kandungnya sendiri, Sampe Raja Tua Situmorang menggunakan sebilah parang dan sebuah kampak.

Menurut informasi yang didapat redaksi di tempat kejadian peristiwa (TKP), kejadian itu berlangsung tanpa diduga sama sekali oleh pasangan suami istri Sampe Raja Tua Situmorang dan Kostarina Simarmata.

“Malam itu, kedua korban sedang makan malam. Pelaku tiba-tiba saja keluar dari kamarnya dan langsung memukul kepala korban menggunakan sebilah kayu,” kata Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono.

Tak sampai disitu saja, pelaku kata perwira pertama balok tiga itu langsung menyeret korban ke halaman rumah. Di sana, pelaku yang pernah dipasung karena mengidap gangguan jiwa ini langsung memenggal leher sang ayah dengan kampak yang biasa digunakan korban untuk membelah kayu.

“Sebelum diseret ke luar rumah, tubuh korban beberapa kali dibacok menggunakan parang,” lanjutnya.

Melihat ayahnya terkapar tak berdaya dengan kepala terpisah dengan tubuhnya, pelaku lantas mengeluarkan organ tubuh ayahnya berupa hati.

Nampaknya kebiadaban pelaku belum selesai, dia pun menghujami ibunya dengan parang yang sama. Namun untung nyawa Kostarina Simarmata berhasil diselamatkan dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Hadrianus Sinaga.

Saat polisi sampai di TKP lanjut Suhartono, tubuh korban ditemukan sudah tak berkepala tak jauh dari pintu rumah, sementara pelaku masih berada didalamnya.

“Ketika diperintahkan keluar, pelaku tanpa rasa bersalah keluar dan menyerahkan diri,” imbuhnya.

Saat disinggung penyebab kasus pembantaian itu, Kasat Reskrim belum bisa memastikannya. Namun kuat dugaan gangguan jiwa yang diidap pelaku selama ini, kembali kambuh.

Baca Juga   Kepuasan Terkait Penegakan Hukum di Indonesia Paling Rendah

“Kami belum bisa memastikannya, namun kami menduga karena gangguan jiwa. Apalagi sebelumnya pelaku juga sudah pernah dipasung,” kata AKP Suhartono mengakhiri. (val)

  • Share