Seruit, Si Pedas Sempurna Lambang Kebersamaan dari Lampung

  • Share

PADA dasarnya, Seruit merupakan jenis olahan yang terdiri dari Sambal – sebagai bagian utama, yang dicampur dengan Ikan Bakar berjenis ikan sungai seperti belida, layis, baung, seluang, dan lain sebagainya, ditambah dengan bagian dalam timun, terong bakar atau goreng serta tempoyak, yaitu durian yang telah difermentasi.

Seluruh bahan tersebut di aduk dengan rata dan kalis dengan sedikit guyuran kuah pindang ikan Baung/Patin. Dan setelah kental, olahan seruit siap dihidangkan. Jangan lupa hidangan pendamping seperti Pepes Ikan, tahu/tempe goreng, gulai taboh khas Lampung dan aneka jenis lalapan mentah maupun yang telah di rebus harus bersanding dengan olahan Seruit.

Beberapa tahapan penting dalam pembuatan Seruit Lampung, yang pertama adalah menyiapkan ikan, kemudian menyiapkan bumbu-bumbu yang akan dihaluskan.

Setelah itu haluskan bumbu masakan seruit berupa jahe, kunyit, garam, dan bawang putih. Lumuri ikan dengan bumbu yang telah dihaluskan itu. Selanjutnya, ikan yang sudah dibumbui kemudian dibakar atau digoreng.

Jika ikan telah setengah matang, olesi dengan kecap manis dan campurkan bumbu dari garam, bawang putih, dan ketumbar. Lalu, tambahkan sambal khas Lampung dengan campuran cabai rawit, cabai merah, rampai, terasi bakar, micin yang ditumbuk hingga halus. Tidak butuh waktu terlalu lama, Seruit Lampung pun siap dihidangkan.

Seperti telah disebutkan, seruit disajikan dengan tempoyak yang berasal dari durian yang difermentasi. Tapi, jangan menganggap jika rasa durian yang disajikan terasa legit ya! Karena setelah difermentasi, rasa durian akan berubah sedikit masam.

Dengan paduan berbagai bahan dan bumbu seperti itu, Seruit memiliki memiliki cita rasa asam, pedas dan gurih yang sulit dilupakan. Bagi yang suka berwisata kuliner makanan khas ini sangat direkomendasikan.***

Baca Juga   Bebek Timbungan, Khas Bali yang Kian Langka
  • Share