Kesegaran dalam Citarasa Es Campur Kalimantan

  • Share

RASA memang tidak pernah bohong. Meski saat ini banyak sekali resto atau cafe yang menawarkan ambience tertentu, pesona destinasi kuliner legendaris memang masih selalu dicintai. Tak terkecuali dengan Es Campur Kalimantan yang sudah melegenda di Kota Binjai ini. Sudah berjualan lebih dari 50 tahun, tempat ini nyatanya masih selalu ramai sampai sekarang.

Nah, jika sedang atau ingin ke Kota Binjai, Kalian wajib sekali mencicipi menu andalannya yaitu Es Campur Kalimantan itu sendiri. Letaknya berada di lokasi pertokoan Binjai, di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 35, Binjai, Sumatera Utara. Jaraknya berkisar 25 kilometer jika memulai perjalanan dari Kota Medan.

Kesan lawas sangat terasa sesampainya di tempat ini. Letak persisnya hanya berada di dalam sebuah ruko kecil, pun tak ada dekorasi atau konsep tertentu layaknya resto atau cafe kekinian. Banyak yang mengatakan bahwa sejak awal berjualan sampai sekarang tempatnya hanya begitu-begitu saja.

Tak hanya tempat berjualannya yang masih sama, menu yang dijual juga hanya itu-itu saja sejak pertama buka alias tidak berubah sejak lebih dari 50 tahun. Menu yang ditawarkan hanya Es Campur Kalimantan, Sate Kacang, dan beberapa kudapan lawas seperti nagasari dan agar-agar. Meski tempat dan menu yang ditawarkan tak pernah mengalami perubahan, namun peminatnya bisa datang hingga dari luar Kota Binjai.

Untuk segelas Es Campur Kalimantan dijual dengan harga Rp12 ribu saja. Murah meriah, bukan? Es campur di sini menjadi favorit warga Binjai karena rasanya yang tiada tanding. Dalam segelas Es Campur Kalimantan isinya ada kacang merah, tape ubi, lengkong, cendol, dan kedelai.

Kemudian seluruh isian tersebut disiram dengan santan dan gula merah yang terasa pas di lidah. Ditambah dengan es serut, tentunya menjadikan minuman ini terasa menyegarkan sekaligus “mengenyangkan”.

Baca Juga   Pisang Thok, Kuliner Legit Khas Negeri Pedir (Pidie)

Selain Es Campur Kalimantan, Kalian juga bisa juga memesan Sate Kacang. Harga Sate Kacang di sini tak kalah murah yaitu hanya Rp16 ribu saja per porsi. Saus kacang di sate ini sedikit berbeda dari saus kacang pada umumnya. Di sini, saus kacangnya lebih terasa pedas dan rasa rempah-rempahnya jauh lebih dominan. Mungkin agar lebih sesuai dengan lidah orang Sumatera.

Dalam satu porsinya, akan diberikan 7 buah tusuk sate (atau sesuai permintaan) dan beberapa potong lontong. Porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Jika tidak suka dengan saus kacang, bisa memilih sate dengan saus padang yang sama lezatnya.

Setelah tenggorokan terasa segar dan perut sudah kenyang, maka tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi berbagai kudapan tradisional khas di tempat ini. Orang-orang lebih menyebutnya dengan kue basah. Di sini, kue basah yang disajikan sejak dulu tidak berubah, yaitu berupa nagasari dan agar-agar. Lagi-lagi terkesan lawas karena kudapan tersebut cukup sulit ditemui saat ini.

Jika datang ke sini pada siang hari, kalian musti bersabar. Bukan tanpa alasan, sebab pada siang hari terutama pada jam makan siang, tempat ini akan sangat ramai bahkan tak jarang sampai harus waiting list. Untuk sore hari pun tak kalah ramai, karena banyak pengunjung yang ingin duduk santai sembari menyegarkan tenggorokan. Tak jarang menu Es Campur Kalimantan-nya sudah habis sebelum waktu sore tiba.***

  • Share