Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz, 55 Jemaah Tewas

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Masjid | Buliran.com

BuliranNews, KUNDUZ– Sebuah serangan bom bunuh diri terhadap jemaah, terjadi di sebuah masjid Syiah di Kota Kunduz, Afghanistan, Jumat (8/10). Akibat bom tersebut, 55 orang yang tengah melaksanakan ibadah salat Jumat menjadi korban.

Kejadian itu, menjadi serangan paling berdarah yang terjadi sejak pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu.

Menurut Channel News Asia, ada puluhan lainnya korban luka di antara komunitas minoritas itu dalam ledakan tersebut.

Kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) mengklaim melakukan serangan yang tampaknya dirancang untuk lebih mengacaukan Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban tersebut.

ISIS selaku saingan berat Taliban, telah berulang kali menargetkan Syiah dalam upaya untuk membangkitkan kekerasan sektarian di Afghanistan yang mayoritasnya adalah Sunni.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di saluran Telegram, ISIS mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri ISIS telah meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan jemaah Syiah yang berkumpul di dalam masjid.

Pernyataan itu menyebut pembom itu sebagai “Muhammad al-Uyguri”, menyiratkan bahwa ia adalah anggota minoritas Uighur. Kelompok ini adalah mayoritas Muslim di China.

Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Provinsi Kunduz mengatakan bahwa 35 orang tewas dan lebih dari 55 terluka telah dibawa ke sana, sementara Doctors Without Borders (MSF) mengatakan 20 orang tewas dan puluhan orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga   Perang Dunia Tiga Dimulai! Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina