Khas dari Indramayu, Jangan Lupa Keripik Tike

  • Share

DI Kabupaten Indramayu terdapat oleh-oleh khas bernama keripik tike. Keripik atau emping tike selama ini jarang diketahui oleh masyarakat luas, mengingat produksinya hanya terbatas di satu tempat yakni Kecamatan Losarang.

Keripik tike biasanya akan menjadi rebutan para penikmatnya, karena cita rasanya yang gurih dan renyah juga langka. Rasa unik dari biji tike seakan tak ingin berhenti untuk terus memakannya.

Keripik berukuran kecil dengan bintik hitam tersebut ternyata terbuat dari tanaman liar yang tumbuh di kawasan rawa berlumpur. Selain itu rumput dan biji tike dipercaya memiliki segudang khasiat untuk kesehatan.

Terbuat dari Biji Rumput Teki

Seperti diketahui keripik tike merupakan kudapan yang terbuat dari biji tike, atau familiarnya disebut sebagai biji rumput teki. Masyarakat di Kecamatan Losarang biasa mencarinya di kawasan tanah berlumpur, maupun rawa-rawa yang banyak tersedia.

Di Kecamatan Losarang sendiri setidaknya ada dua desa yang terkenal sebagai sentra pembuatan kudapan renyah tersebut, yakni di Desa Jumbleng dan Desa Pangkalan di Kabupaten Indramayu.

Kendati dibuat dari unsur rumput teki yang tumbuh di rawa, makanan tersebut terbilang aman dan menyehatkan karena terbuat dari umbinya. Olahan tike memiliki rasa yang unik, hingga kalangan wisatawan asal Jakarta dan Bogor kerap memesan keripik khas desa Pangkalan maupun Jumbleng saat berlibur.

Proses Pembuatan Mirip Emping

Melansir laman Youtube Jare gah jare, Proses pembuatan keripik tike sendiri masih mempertahankan metode alami, tanpa menggunakan bahan pengawet. Biasanya warga Losarang akan mulai mencuci umbi tike terlebih dahulu sebelum diolah.

Setelah proses pencucian selesai, umbi berbentuk kecil berwarna hitam kemerahan tersebut lantas dijemur di bawah sinar matahari hingga beberapa hari. Setelah kering umbi langsung digeprek, hingga berbentuk pipih sebelum akhirnya digoreng dan dikemas.

Baca Juga   Kipo, Cemilan Khas Kotagede nan Melegenda Namun Langka

Untuk harga para wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp150 ribu untuk mendapatkan satu kilo keripik tike yang khas dan langka tersebut.

Bisa Obati Demam hingga Gangguan Mental

Selain dikenal bisa dijadikan kudapan, biji serta rumputnya diketahui memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit di tubuh.

Seperti dimuat di kanal Healthbenefistimes beberapa penyakit yang bisa disembuhkan lewat tike di antaranya kudis, eksim, kutu air dan juga panu. Rumput ini dikenal sangat ampuh untuk mengurangi rasa gatal dengan cara melumatkan daunnya lalu oleskan di bagian yang terkena jamur.

Kandungan lain yang terdapat pada tike adalah untuk merawat kulit. Extrapone yang terdapat dalam tike mampu mencerahkan dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu tike juga bisa digunakan untuk mencegah penuaan pada kulit hingga menghilangkan bintik-bintik hitam di wajah.

Rumput tike juga dapat untuk menurunkan demam. Caranya dengan melumatkan umbinya pada tubuh untuk memicu keluarnya keringat. Diketahui tike juga bisa digunakan untuk kebutuhan pengobatan gangguan mental seperti Epilepsi dan Psikosis.***

  • Share