Anyang Deli, Salad Ala Masyarakat Melayu

  • Share

INDONESIA memiliki banyak sekali makanan khas dengan manfaat dan ciri khasnya masing-masing. Menurut The Dictionary of American Food and Drink, salad merupakan makanan yang berupa sayur-sayuran hijau yang disiram dengan dengan saus atau bumbu lainnya dengan tambahan buah-buahan.

Di Indonesia sudah banyak sekali ragam jenis salad, paduan sayur segar beserta beberapa bahan lainnya, kemudian disiram saus khusus. Salad yang biasa kita jumpai adalah gado-gado, lotek, karedok, atau rujak. Semua jenis tersebut memiliki bahan dan suas yang khas, ada yang bahannya direbus terlebih dahulu ada pula yang dimakan secara mentah, sehingga biasanya tekstur sayur akan lebih crispy.

Nah, kalau yang satu ini merupakan salad ala masyarakat Melayu Deli. Salad ini biasa disebut dengan “Anyang Deli”. Anyang atau urap merupakan sajian sayuran sederhana dan diracik dalam keadaan segar, maka dari itu rasanya akan renyah dan gurih.

Makanan khas masyarakat Melayu Deli ini mudah ditemukan di rumah makan di sekitaran Medan. Namun, jika di daerah lain seperti Asahan, Labuan Batu, anyang deli bisa kita jumpai sebagai hidangan sehari-hari.

Anyang deli merupakan sajian Melayu Deli yang saat ini sudah jarang ditemukan, terkecuali pada saat bulan suci Ramadan, ketika banyak pedagang yang berjualan di halaman Istana Sultan Maimoon saat menjelang berbuka puasa. Bersama dengan berbagai masakan Melayu langka lainnya, anyang hadir sebagai sajian setahun sekali di Medan.

Cara membuat anyang deli juga cukup mudah, makanan ini pada umumnya terdiri dari pucuk ubi, daun singkong, daun papaya, kacang panjang, tauge, jantung pisang, mentimun, dan berbagai sayuran lainnya. Nah, satu lagi yang menjadi ciri khas dan yang paling sering ada pada anyang deli adalah anyang paku atau pakis. Pakis inilah yang membuat tekstur anyang deli menjadi renyah.

Baca Juga   Nikmatnya Garang Asem Ayam Kampung Muda, Ini Resepnya

Pakis termasuk sayuran yang mudah ditemukan di pasar tradisional di derah yang masih banyak penduduk Melayu. Anyang deli jika hanya menggunakan pakis saja tetap menjadi makanan favorit masyarakat Melayu.

Bentuk anyang deli memang mirip seperi urap yang sering kita jumpai pada kuliner tradisional dari daerah Pulau Jawa. Bedanya, jika urap menggunakan kelapa parut mentah, sedangkan anyang deli menggunakan kelapa parut yang telah disangrai. Biasanya kelapa sangrai sering kali ditumbuk terlebih dahulu agar lebih halus.

Selain itu, jika bumbu-bumbu pada urap umumnya ditumbuk hingga halus, berbeda dengan salad ala masyarakat Melayu Deli ini hanya dicincang halus. Pada anyang deli, bawang merah biasanya terasa begitu dominan ditambah dengan rasa asam dari perasan jeruk nipis. Sayur-sayurannya pun bisa dikukus atau direbus terlebih dahulu, kemudian ditambahkan bumbu yang sudah dicincang secara halus.

Pada dasarnya, anyang bisa dibuat dengan berbagai variasi sayuran lain. Anyang juga dapat direncah dengan suwiran ayam panggang, ikan pari panggang, udang, teri, dan lain-lain. Setiap rumah pasti memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menyajikan anyang deli.

Biasanya, masyarakat Melayu menyajikan anyang deli ini untuk disantap dengan bubur pedas. Bagi mereka, makan bubur pedas tanpa anyang rasanya kurang sempurna.

Keberadaan anyang deli sudah menjadi bagian dari tradisi turun temurun. Oleh karena itu, masyarakat Melayu berupaya tetap melestarikan keberadaan anyang deli dan menjadikannya sebagai hidangan rumahan agar bisa terus dinikmati oleh generasi penerusnya. ***

  • Share