10 Anggota DPRD Muara Enim Diciduk KPK, Ini Nama-Namanya

  • Share

BuliranNews, MUARA ENIM – Fee 16 Proyek Infrastruktur di Muara Enim, minta korban. Tak tanggung-tanggung, 10 orang anggota DPRD Muara Enim harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan keuangan negara tersebut.

Kesepuluh orang itu disangkakan menerima fee sebagai modal untuk mengikuti Pemilihan Legislatif atau Pileg 2019 lalu.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, menurut wakil ketua KPK, Alexander Marwata, para tersangka tersebut diinapkan di tiga lokasi yang berbeda

“Memang sengaja dipisah penahanannya,” kata Alexander Marwata.

Rutan KPK Kavling C1 diinapkan Indra Gani, Ari Yoca Setiadi, Mardiansyah dan Muhardi. Sementara di Rutan KPK pada gedung Merah Putih, diinapkan Ishak Joharsah, Ahmad Reo Kusuma, Marsito, Fitrianzah. Sementara itu, Subahan dan Piardi ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Diketahui sebelumnya kasus gratifikasi pada 16 proyek APBD infrastuktur Muara Enim, sudah terlebih dahulu menahan bupati Ahmad Yani, bupati non aktif, Juarsah, mantan Ketua DPRD, Aries HB, dua ASN, dan satu kontraktor atau pihak ketiga (pemberi suap).

Dalam penyelidikannya diketahui jika perkara kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) Robi Okta Fahlevi bersama dengan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara, Enim Elfin MZ Muhtar menemui Ahmad Yani yang saat itu menjabat selaku Bupati Muara Enim.

Pertemuan itu dilakukan untuk mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun 2019.

“Dalam pertemuan tersebut Ahmad Yani menyampaikan agar berkoordinasi langsung dengan A Elfin MZ Muchtar dan nantinya ada pemberian komitmen feesebesar 10 persen dari nilai net proyek untuk para pihak yang ada di Pemkab Muara Enim dan para anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019,” kata Alex.

Baca Juga   Otak Kerusuhan di Yahukimo Ditangkap

Pembagian proyek dan penentuan para pemenang proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim dilakukan oleh Elfin MZ Muhtar dan Ramlan Suryadi.

Perintah Ahmad Yani, Juarsah, Ramlan Suryadi dan Indra Gani agar memenangkan perusahaan milik Robi Okta Fahlevi.

Alex menambahkan, para tersangka menerima uang tersebut secara bertahap. Salah satunya diberikan di salah satu rumah makan di Kabupaten Muara Enim.

Kata Alex, dana tersebut mereka gunakan untuk dana kampanye dalam pemilihan legislatif 2019.

“Uang-uang tersebut, diduga digunakan oleh para tersangka untuk kepentingan mengikuti pemilihan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim saat itu,” beber Alex.

Nama Ke-10 anggota DPRD tersebut adalah :

  • Indra Gani BS – PDI Perjuangan
  • Ari Yoca Setiadi – Partai Demokrat
  • Mardiansyah – Nasdem
  • Muhardi – Hanura
  • Ishak Joharsah – PDI Perjuangan
  • Ahmad Reo Kusuma – Partai Demokrat
  • Marsito – PPP
  • Fitrianzah – Gerindra
  • Subhan – PBB
  • Piardi – PKB

Para tersangka terancam dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan TipikorJuncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (*/sra)

  • Share