Bebek Timbungan, Khas Bali yang Kian Langka

  • Share

PULAU DEWATA Bali, sebagaimana daerah lain di Indonesia, juga punya banyak kuliner nikmat, salah satunya bebek timbungan. Tak seperti ayam betutu mudah ditemukan, kuliner ini justru kian “langka.” Bebek timbungan merupakan hidangan dari bebek yang diolah secara tradisional dan memakan waktu lebih dari 12 jam.

Proses lama tersebut lantaran memakai bebek yang sudah tua dan dimasak menggunakan api kecil.

Tak jarang, proses yang lama membuat orang enggan menghabiskan waktunya hanya untuk memasak bebek timbungan. Asal muasal Setiap makanan punya cerita sendiri, tak terkecuali bebek timbungan. Semula, kuliner khas Bali ini hanya dihidangkan pada ritual-ritual upacara adat Bali.

Adapun penyematan nama “timbungan” dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban salah satu santapan Bali yang tradisional dalam upacara ritual. Timbungan adalah cara mengolah masakan dengan berbahan dasar daging, hewan jenis unggas, dan ikan yang dimasukan kedalam bambu dicampurkan dengan rempah-rempah pilihan.

Proses yang menentukan

Seperti yang sudah diketahui, karena proses memasak yang memakan waktu seharian sampai 12 jam, tak heran jika daging bebek memiliki tekstur empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Adapun untuk lebih nikmat dan terasa, bebek timbungan memakai bumbu dan rempah pilihan seperti cabai, jahe, daging kelapa yang dicincang dan lain-lain.

Selain bumbu, teknik memasak pun menentukan rasa. Nah, menggunakan proses tradisional, lengkap dengan bilah bambu sebagai wadah dari bebek timbungan pun akan memberikan sensasi rasa yang lebih menggoda.

Kembali pada prosesnya, ada tahap marinate di mana bebek dan macam-macam bumbu serta rempah pilihan diungkep milimal empat jam. Setelah itu, bebek dan bumbu di dalamnya dikukus selama kurang lebih delapan jam agar mendapatkan tekstur empuk dari daging bebek.

Baca Juga   Ayam Kampung Goreng Lengkuas, Renyah dan Gurih Khas Pasundan

Hidangan

Soal rasa, bebek timbungan boleh dibilang “juara”. Rasa pertama kali yang dikecap saat suapan pertama bebek timbungan adalah rasa pedas. Setelah itu, disusul dengan rasa gurih dan asin dengan bau rempah.

Cita rasa dari cabe dan jahe sangat menusuk lidah ketika penikmatnya mengunyah rempah yang melekat di seluruh bagian bebek.

Selain itu, muncul tekstur daging kelapa cincang yang mengeluarkan rasa gurih saat dikunyah. Hidangan bebek timbungan disajikan bersama tiga macam sambal yang pertama sambal ijo, lalu sambal terasi dan tentunya tak ketinggalan sambal khas Bali yaitu sambal matah.

Lalu tersedia makanan pendamping yang juga tak kalah segar, seperti urap kacang panjang khas Bali yang dimasak dengan bumbu dapur seperti kunyit, bawang merah, cabe, dan santan. Pengunjung juga bisa memesan minuman tradisional yang menyegarkan seperti es daluman, es cendol, es rujak kelapa, es klanjur dan masih banyak lagi.

Dalam menu juga terdapat banyak sajian makanan yang patut dicoba seperti kerang bumbu kacang, nasi yasa, aneka sate lilit dan masih banyak lagi. Berangkat dari tekat untuk mengenalkan bebek timbungan agar lebih dikenal para tamu wisatawan, Chef Ida Bagus mengangkat hidangan tersebut sebagai menu heritage. ***

 

 

 

  • Share