Guys, Ini Deretan 5 Petinju Terbaik Indonesia Sepanjang Masa

  • Share

LEGENDA tinju Chris John menempati urutan pertama daftar petinju terbaik Indonesia sepanjang masa. Hal itu berdasarkan pantauan Suara.com pada rating laman BoxRec.

BoxRec merupakan web yang mendedikasikan khusus untuk mencatat pertarungan tinju profesional, baik petinju pria maupun wanita.

Posisi kedua petinju terbaik Indonesia sepanjang masa ditempati Daud Yordan, yang belum lama ini merebut sabuk tinju kelas ringan super WBC Asia Challenge Belt.

Petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang masih aktif yang mampu menembus Top 5 Petinju Terbaik Indonesia Sepanjang Masa.

Berikut lima besar petinju terbaik Indonesia sepanjang masa versi BoxRec:

1. Chris John

Petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, 14 September 1979 ini merupakan petinju Indonesia keempat yang berhasil menjadi juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, dan Muhammad Rachman.

Chris John meraih gelar juara dunia kelas bulu WBA (Super) dan berhasil mempertahankan sabuknya dari tahun 2004 hingga 2013.

Hal itu membuatnya jadi petinju kedua terlama yang mempertahankan sabuk juara dunia di kelas bulu setelah Johnny Kilbane.

Sejak memulai debut pada 4 Juni 1998, petinju berjuluk The Dragon ini telah melakoni 52 pertarungan. Rinciannya 48 kali menang, 22 diantaranya menang KO, sekali kalah, dan tiga kali seri.

Chris John memutuskan gantung sarung tinju setelah kalah dari Simpiwe Vetyeka (Afrika Selatan) pada 6 Desember 2013.

2. Daud Yordan

Petinju berjuluk Cino ini pernah menjadi juara dunia di dua kelas berbeda versi badan tinju IBO: kelas bulu dan ringan.

Ia juga berhasil merebut sabuk kelas ringan interim WBA International dan WBO Inter-Continental.

Daud Yordan saat ini memiliki rekor tanding 39 kali menang, 27 diantaranya lewat KO, empat kali kalah, dan satu kali no contest.

Baca Juga   Tim Paralimpiade Indonesia Sabet Perak Melalui Lifter Ni Nengah Widiasih

Kini dia bersiap untuk kembali naik ring yang rencananya akan digelar pada November mendatang, memperebutkan sabuk juara dunia WBC Silver.

3. Muhammad Rachman

Pria kelahiran Merauke, Papua, 23 Desember 1971 ini memiliki nama asli Mohamad Rachman Sawaludin bin Suhaimat.

Karier profesionalnya dimulai pada 14 Januari 1993 hingga pensiun pada 2016 silam.

Muhammad Rachman berhasil menjadi juara dunia kelas terbang mini IBF setelah menang angka atas Daniel Reyes (Kolombia) pada 14 September 2004.

Setelah tiga kali berhasil mempertahankan gelar, Muhammad Rachman kehilangan sabuk juara dunia terbang mini IBF-nya usai kalah dari petinju Filipina, Florante Condes, yang memiliki julukan The Little Pacquiao, pada 7 Juli 2007.

Rekor tanding Muhammad Rachman yakni 65 kali menang (35 diantaranya menang KO), lima kali seri, dan 13 kali kalah.

4. Sugito Lagola

Karier tinju Sugito Lagola terbilang singkat. Ia hanya dua tahun menjadi petinju profesional, dari kurun waktu 1995 hingga 1997.

Tak hanya itu, petinju kelahiran Medan, Sumatera Utara, ini tercatat juga hanya melakoni empat pertarungan; tiga kali menang dan sekali seri.

Meski demikian, Sugito Lagola pernah menjadi juara dunia kelas welter versi badan tinju WBF (World Boxing Federation).

5. Ellyas Pical

Bicara mengenai pertinjuan Indonesia, maka salah satu yang diingat adalah Ellyas Pical. Ya, Ellyas Pical merupakan petinju pertama Indonesia yang menjadi juara dunia.

Tinta emas tersebut ditorehkan Ellyas Pical pada kurun waktu 1985 hingga 1989. Selama periode tersebut Ellyas Pical tiga kali merebut sabuk juara dunia kelas terbang super IBF.

Dikutip dari BoxRec, petinju bergaya kidal ini tercatat telah melakoni 26 pertarungan dan 217 ronde. Rinciannya 20 kali menang, 11 diantaranya lewat KO, lima kali kalah, dan sekali seri.***

Baca Juga   Barcelona Lanjutkan Program Cuci Gudang

 

  • Share