Ngawur, Jika Ganjil Genap Dipaksakan di Kota Depok

  • Share

BuliranNews, DEPOK – Rencana Pemkot Depok memberlakukan kebijakan ganjil genap demi mengurai kemacetan di Kota Belimbing itu, hanya ditertawakan oleh anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi.

“Itu wacana yang ngawur, kenapa ngawur? Karena Depok belum siap dengan sarana prasarana dan infrastruktur penunjang. Secara pribadi, saya tidak setuju dan pasti akan menolaknya,” kata anggota Fraksi PKB di DPRD Kota Depok ini serius.

Walikota kata Babai, jangan mengada-ada dengan kebijakan dengan membangun narasi yang pastinya akan mendapat perlawanan dari masyarakat banyak.

Jika alasannya adalah mengurai kemacetan, maka justru kalau hal itu diterapkan kata Babai, akan memindahkan kemacetan dan kesemrautan yang selama ini terjadi jalan raya ke tengah pemukiman masyarakat.

Kondisi saarana prasarana jalan dan akses pendukung jalan raya di Depok kata dia, jangan disamakan dengan jalanan di daerah lain apalagi Kota Jakarta.

“Kenapa Jakarta memberlakukannya, karena mereka didukung infrastruktur yang memadai. Nah kalau kebijakan itu dilakukan di Depok, menurut saya hanya akan menimbulkan masalah yang baru,” imbuhnya.

Selain wacana itu prematur, Pemkot Depok belum sekalipun membahasnya dengan anggota DPRD Depok. Padahal seharusnya, jika ganjil genap diterapkan, tentu dibutuhkan sebuah kajian dan payung hukum tentunya.

“Kebijakan yang baik, tentu harus didukung, Namun kalau kebijakan itu tak masuk diakal, tentu sudah pada tempatnya kita tolak,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Pemkot Depok berencana untuk memberlakukan kebijakan ganjil genap di Kota Depok dalam hal ini jalan protokol utama. Dengan pemberlakuan ganjil genap, selain bisa mengurai kemacetan juga untuk menghindari kesemrautan di Kota Depok. (ted)

Baca Juga   Dua Pejabat dan 2 Warga "Diberaki Bebek" di Aceh
  • Share