Wow, Rp 150 Triliun Dihabiskan Warga Indonesia untuk Pelesir ke Luar Negeri Setiap Tahun

  • Share

BuliranNews, JAKARTA  РMeski negeri ini kaya akan beragam pesona wisata yang tiada banding, namun nyatanya masih banyak saja anake negeri yang memilih untuk pelesir ke luar negeri. Tak tanggung-tanggung, sekitar Rp 150 triliun dihabiskan para penghamba wisata ini setiap tahunnya.

Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sandiaga Salahudin Uno, tentunya harus bekerja keras untuk “memaksa” para pemburu wisata itu untuk tetap berkeliling dari satu tempat ke tempat wisata lainnya yang ada di seluruh penjuru Indonesia.

“Jadi, ada Rp 150 triliun yang keluar dari Indonesia tiap tahunnya karena kita asyik berlibur di negara favorit kita. Tapi kalau kita alihkan 20-30 persen saja itu bisa mencapai Rp 50 triliun, tentunya akan besar dampaknya bagi pariwisata dalam negeri,” kata Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

Sandi menuturkan, Indonesia harus memiliki upaya tanggap darurat yang diikuti dengan pemulihan kondisi sosial ekonomi. Untuk itu, kebangkitan tersebut harus dimulai di tahun ini.

“Kita canangkan agar nanti di tahun selanjutnya kita menjadi destinasi pilihan di Asia tenggara, maka tahun 2021 ini saya sebut sebagai tahun pemulihan tahun mengawali kebangkitan. Kita gercep gerak cepet, geber gerak bersama dan bangkit bersama garap semua potensi untuk bertahan dan berkembang gaspol,” kata Sandi.

Menurut Sandi pemerintah harus melakukan quick emergency response, yaitu langkah darurat untuk membangun ketahanan dan perekonomian di sektor parekraf. Programnya yaitu melalui perlindungan sosial, stimulus dan padat karya.

“Kemenparekraf sendiri akan melanjutkan dengan kebijakan nya dengan program emergency tanggap darurat menyelamatkan 34 juta lapangan pekerjaan yang ada di sektor parekraf,” kata Sandi.

Baca Juga   Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020 : China Masih di Puncak, Indonesia di Posisi 35

Bantuan keuangan sangat dibutuhkan karena pandemi ini betul-betul langsung dirasakan oleh masyarakat. Pandemi telah mengganggu arus cash flow dari para pelaku ekosistem parekraf.

“Harus kita beri keberpihakan dengan pemulihan pemulihan yang bersifat tunai. Pemberian subsidi bantuan dana hibah. kita akan teruskan lanjutkan dan kita akan perbesar dan perbanyak,” kata Sandi.

“Empat tahap simultan terintegrasi: kesiapan arah normal baru, kedua persiapan destinasi secara 360 derajat, bangun kepercayaan publik dan jemput peluang pemulihan ekonomi dari pandemi,” pungkas Sandiaga Uno.(*/dte)

  • Share