Sambal Lu’at, Rasanya Pedas Namun Menyegarkan!

  • Share

CITA RASA sambal lu’at khas Nusa Tenggara Barat (NTT) sangatlah unik. Saat Anda traveling ke ke Flores atau daerah lainnya di NTT, pasti banyak menemukan sambal ini.

Dilansir dari akun Instagram @rajasei, sambal lu’at merupakan sambal tradisional yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki rasa pedas dan asam serta aroma yang kuat. Sambal luat dibuat menggunakan campuran cabai rawit dengan daun kemangi, daun siba dan jeruk nipis.

Nah, cita rasa asam dari jeruk nipis tersebut sangat menyegarkan, apalagi dengan tambahan daun kemangi dan daun siba. Selain iyu, cabai khas NTT juga sering disebut sebagai lombok padi. Bentuknya lebih kecil dari cabai rawit kira-kira setengah kali lebih kecil.

Meski makan satu atau dua buah saja, rasa pedasnya sudah luar biasa bahkan lebih pedas dari cabai rawit biasa. Sekilas, sambal luat ini terlihat mirip dengan sambal matah dan sambal dabu-dabu khas Manado. Akan tetapi, cita rasa yang dimiliki tentu berbeda.

Bagi Anda yang bukan penggemar pedas, mungkin bukan ide yang bagus untuk mencobanya. Namun bila ingin tantangan dan merasakan seperti apa pedasnya lombok padi ini maka silahkan untuk mencoba.

Lombok padi biasa dicampur dalam aneka sayuran dan lauk olahan serta pastinya sebagai bahan baku sambal luat. Dikutip dari website Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, berikut resep sambal luat NTT yang paktis.

Bahan:

– 100 gram cabai rawit

– 5 buah jeruk nipis, iris tipis-tipis

– Segenggam daun siba

– Segenggam daun kemangi

– Garam

Cara membuat:

1. Ulek halus cabai rawit

2. Taburkan sedikit garam ke atas daun siba. Biarkan hingga layu, kemudian iris halus

Baca Juga   Pedas Sempurna dari Sambal Tuktuk Khas Batak

3. Lakukan proses nomor 2 pada daun kemangi

4. Campur semua bahan tersebut dan masukkan ke dalam toples

5. Diamkan kurang lebih dua hari agar jeruk jeruk tak terasa pahit

6. Simpan di dalam kulkas agar awet lebih dari 2 minggu.***

  • Share