Khas Bungo, Takik Beruk Jangan Dilupa

  • Share

PERNAH berkunjung ke Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, nikmati kuliner yang ada daerah perlintasan di Sumatra ini. Ada kuliner yang unik. Namanya takik beruk atau cakik beruk dan biasa juga disebut cangkir monyet. Ini sejenis makanan yang lezat dan menggugah selera yang bentuknya jajanan.

Takik Beruk adalah makanan khas yang berasal dari Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani. Umumnya takik beruk atau cangkir beruk, atau cangkir monyet berbahan dasar ketan yang dipadu dengan santan dan garam. Lalu dibungkus dengan tanaman kantung semar, untuk rasa orisinilnya.

Untuk varian rasa bisa berupa tepung yang dicampur pandan atau selai srikaya. Ada juga yang dibuat dari ubi dan gula merah. Sementara bungkusnya tetap dari tanaman kantung semar.

Tanaman kantung semar didapat di payau atau rawa-rawa sekitar sungai atau di Sungai Arang. Makanan khas Bungo ini disajikan saat-saat tertentu. Biasanya dibuat untuk memperingati Isra’ Mi’raj , Maulid Nabi, ataupun untuk hidangan di hari raya ataupun acara pernikahan. Bentuknya yang unik membuat orang suka membeli jajanan ini untuk oleh-oleh atau buah tangan.**

Baca Juga   Binyolos, Kudapan Sarapan Pagi dari Kawanua
  • Share