Tips Jaga Data Pribadi Agar Tak Bocor

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Data | Buliran.com

BERITA terkait kebocoran data, belakangan terus mengemuka. Terbaru adalah bocornya data orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo. Kebocoran data memang cukup mengerikan, karena tak jarang data tersebut disalahgunakan tanpa sepengetahuan pemilik data hingga diperas. Pengamat hukum dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Umar Husein meminta masyarakat hati-hati menjaga data pribadinya dan tak mudah memberikan data.

“Kita (masyarakat) harus hati-hati. Yang boleh mengakses data pribadi kita hanya untuk kepentingan hukum, misalnya polisi, jaksa atau aparat hukum yang lainnya yang membutuhkan data transaksi keuangan dari pihak yang sudah terpercaya,” ujar Umar, Jumat (3/9).

Selain itu, jika membutuhkan data pribadi untuk keuangan, ia meminta masyarakat memastikan pihak tersebut telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bank Indonesia (BI) karena itu menjadi prosedur. Selain itu, ia meminta masyarakat tak mengunduh aplikasi yang tidak berkaitan dengan kehidupan secara langsung.

“Kalau tidak dibutuhkan maka tidak usah memasukkan data pribadi (di aplikasi yang tidak berkaitan langsung dalam kehidupan). Jangan mudah memberikan data pribadi, termasuk nomor induk kependudukan (NIK) karena itu berbahaya,” kata Umar.

Sebab, dia melanjutkan, seringkali masyarakat memberikan data pada hal-hal yang tidak diwajibkan. Misalnya, ketika diminta telepon pintarnya. Namun jika data terlanjur bocor atau disalahgunakan, dia melanjutkan, masyarakat bisa menggugat pribadi yang perkaranya masuk dalam kategori perdata biasa.

Baca Juga   Mobil Anda Keropos ? Begini Cara Mendempulnya Biar Joss Lagi