Pangek Pisang, yang Khas dari Solok Selatan

  • Share

PANGEK PISANG adalah salah satu kuliner khas yang bisa kalian cicipi kala berkunjung ke Solok Selatan, Sumatra Barat. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jambi ini juga memiliki julukan ‘Nagari Saribu Rumah Gadang’, lantaran banyak ditemui rumah tradisional di beberapa wilayahnya.

Pangek pisang, bukanlah kuliner sembarangan. Selain nikmat, dulunya cemilan ini merupakan sebuah bentuk penghormatan. Seperti apa persisnya? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Paduan Pisang dan Kunir

Dari namanya saja, kalian sudah bisa menebak bahan utama makanan ini adalah pisang. Kata ‘pangek’ sendiri dalam Bahasa Minang berarti memasak hingga kuah mengental, tersisa sedikit, dan benar-benar matang. Sangat menggambarkan cara masak kuliner satu ini yang diproses dengan santan hingga kental.

Dari segi tampilan, Pangek Pisang berwarna kuning. Corak tersebut dihasilkan dari bumbu kunyit, salah satu bumbu utama yang wajib ada. Sementara itu, pisang yang digunakan adalah pisang kepok, dipadukan dengan pati santan kelapa, garam, vanili bubuk, serta daun pandan.

Cukup Mudah Dibuat

Cara pengolahan Pangek Pisang cukup sederhana. Pertama pisang kepok dikupas kulitnya dan dibelah dua. Berikutnya, campurkan pati santan kelapa, perasan kunyit, garam, vanili bubuk, dan potongan daun pandan. Semua bahan lantas dicampur dan dikukus selama 20-30 menit hingga pisang menjadi empuk. Setelah didapat tekstur yang pas, sajian ini siap dihidangkan.

Nikmat Bersama Ketan Putih

Pangek pisang biasa disajikan bersama ketan putih. Rasanya gurih dan enak. Pertama mencicipi, kalian dijamin bakal ketagihan. Hanya membayangkan rasanya saja, tenggorokansaya rasanya sudah dibanjiri air liur. Soalnya rasanya benar-benar nikmat!

Kuliner Penghormatan

Pangek Pisang awalnya hanya disajikan untuk acara adat seperti upacara pernikahan, kenduri, dan pengangkatan penghulu. Sempat juga dijadikan hantaran ke rumah sanak keluarga.

Baca Juga   Lezatnya Ifu Mie Siram dari Binjai

Menurut sejumlah tetua adat Solok Selatan, kuliner ini merupakan sebuah simbol penghormatan. Oleh karena itu, dulunya hanya muncul ketika sedang ada upacara atau tradisi yang dianggap sakral.

Seiring berjalannya waktu, sajian tradisional ini tak hanya dibuat menjelang upcara adat. Sekarang wisatawan sudah bisa menikmati jajanan khas ini di sejumlah warung di Solok Selatan. Beberapa homestay bahkan memasukkannya sebagai menu sarapan.

Itulah sekilas ulasan mengenai kuliner Pangek Pisang. Bagaimana Teman Traveler, cukup menarik? Jangan lupa cicipi jika sedang berada di Solok Selatan ya.***

  • Share