Tragedi Tebing Breksi, 6 Orang Tewas

  • Share

BuliranNews, PRAMBANAN – Sebanyak 6 orang warga Padukuhan Daraman Kalurahan Srimartani Kapanewon Piyungan meninggal dalam kecelakaan maut truk pengangkut batu di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan.

Ahmad, Kerabat dari Wahdini (salah seorang korban meninggal dalam kecelakaan tersebut) mengungkapkan korban terakhir yang meninggal dalam peristiwa tergulingnya truk AB 8242 ZU adalah Misbah yang sebelumnya dirawat di RS Panti Rini.

“Update terakhir yang meninggal adalah Misbah,” ujar Ahmad, Sabtu (4/9) dinihari.

Keenam korban yang meninggal adalah Wahdini, Imam, Suprapto, Ali Fahrudin, Heri, dan terakhir korban yang meninggal adalah Misbah. Nyawa Misbah tak bisa diselamatkan meski sudah mendapat perawatan. Misbah meninggal menjelang tengah malam. Ahmad mengatakan semua korban meninggal adalah warga Daraman. Di mana 6 orang meninggal dan 3 selamat.

“Mereka sopir dan kernet. Keduanya warga Beran, Sumberharjo, Prambanan. Mereka mengendarai truk milik warga Daraman,”ungkap Ahmad.

Ahmad mengatakan Jumat (3/9) malam 9 warga Daraman berangkat ke daerah Candi Ijo untuk mengambil batu. Jumat malam, mereka berencana melakukan kerja bhakti.

erja bhakti yang dimaksud adalah menata kembali destinasi wisata Bulak Umpeng yang sempat mandeg akibat PPKM. 9 warga Daraman tersebut mengambil batu kotak dari kawasan seputaran Candi Ijo.

“Rencananya batu-batu tersebut akan digunakan sebagai meja dan tempat duduk di Bulak Umpeng. Karena ada truk di sini, jadi ambil batu sendiri,” terangnya.

Namun naas, rombongan truk tersebut mengalami kecelakaan rem blong. 6 warga Daraman yang meninggal rencananya akan dimakamkan Sabtu pagi. Mereka akan dimakamkan di pemakaman setempat di liang yang berbeda.

Bulak Umpeng adalah destinasi wisata baru di Daraman Srimartani. Di destinasi tersebut wisatawan bisa menikmati berbagai macam kuliner. Destinasi ini berada di jalan persawahan di mana gubuk-gubuk penjual ada di pinggir jalan corblok tersebut.

Baca Juga   Buruh Tolak Perpanjangan PPKM Darurat

“Selama ini wisatawan kalau makan ya duduk di jalan corblok beralaskan tikar. Dan batu-batu itu rencananya untuk tempat duduk dan meja. Biar tambah cantik,”ujar dia.(*/kum)

  • Share