Wow, Panathinaikos Kontrak Kiper Berdarah Indonesia

  • Share

BuliranNews, ATHENA – Kabar mengejutkan sekaligus mengagetkan, dirilis klub raksasa Liga Yunani, Panathinaikos. Dimana Prasinoi atau si hijau (sebutan untuk Panathinaikos) mendatangkan kiper berdarah Indonesia, Cyrus Margono. Penjaga gawang berusia 20 tahun itu dikontrak dengan durasi tiga tahun.

Panathinaikos memproyeksikan Cyrus Margono untuk bermain di Panathinaikos B yang berkompetisi di Super League Greece 2 atau kasta kedua Liga Yunani.

“Saya datang ke klub yang sangat besar dan menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk berada di sini,” kata Cyrus Margono dinukil dari laman klub.

“Saya menghargai kesempatan yang diberikan kepada saya oleh tim dan pelatih. Saya akan memberikan yang terbaik setiap harinya,” jelas Cyrus Margono yang lahir dan besar di New York itu.

Cyrus Margono lahir di New York, Amerika Serikat pada 9 November 2001. Ayahnya asli Indonesia, sementara ibunya berasal dari Iran.

“Saya lahir di New York. Saya memulai bermain sepak bola pada usia empat tahun. Ayah saya berasal dari Indonesia dan ibu saya dari Persia. Saya selalu berimpi menjadi kiper profesional,” imbuh Cyrus Margono.

“Sebagai penjaga gawang, saya cepat, kuat, dan suka memanfaatkan kaki saya untuk membangun serangan dari belakang,” ungkapnya.

Cyrus Margono pernah menimba ilmu di Metropolitan Oval Academy dan University of Denver Athletics di Amerika Serikat.

Kepada laman University of Denver Athletics, Cyrus Margono bercerita bahwa dirinya sempat berlatih bersama Akademi Inter Milan selama dua pekan pada musim panas 2015.

Masih di situs yang sama, nama ayahnya tertulis Johan dan ibunya Sepeedeh. Cyrus Margono punya satu saudara yaitu Armon.

Prasinostypos menuliskan bahwa Cyrus Margono adalah kiper yang berasal dari Indonesia. “Seorang penjaga gawang berusia 19 tahun dari Indonesia, tetapi dibesarkan di New York,” demikian narasi media Yunani itu.

Baca Juga   Kangkangi Prabowo - Puan, Indostrategic Tempatkan Anies-AHY Sebagai Pemenang Pilpres 2024

“Kedatangannya sekaligus menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia dan negara Asia lainnya bisa melakukan lompatan ke Eropa asalkan ada motivasi dan bimbingan yang benar,” lanjut pemberitaan tersebut. (*/bdc)

 

  • Share