AHY : Jangan Bungkam Suara Rakyat

  • Share

BuliranNews, JAKARTA – Statemen keras terkait cara pemerintah membendung kritikan yang datang dari masyarakat, mendapat perhatian dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ). Dimana saat memenuhi undangan menjadi pembicara utama pada #MerdekaWebinar yang diselenggarakan Developing Countries Studies Center (DCSC) Asia yang bertajuk “Visi Indonesia 2045 Tantangan Pandemi dan Dunia yang Berubah” secara daring, Selasa (31/8) kemarin, dia mengatakan bahwa suara rakyat tak perlu dibungkam.

AHY menyampaikan, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 merupakam merupakan tanggung jawab lintas generasi, dibutuhkan kepemimpinan visioner dan juga mempersatukan.

“Cita-cita besar ini merupakan pekerjaan dan tanggung jawab lintas generasi. Dibutuhkan kepemimpinan yang visioner, kepemimpinan yang mempersatukan, juga kepemimpinan yang mampu melipatgandakan segala kapasitas dan potensi yang dimiliki oleh bangsa ini, terutama sumber daya manusianya,” kata AHY dalam webinar.

Maka, AHY melanjutkan, beradaptasi merupakan hal yang sangat penting untuk melakukan lompatan-lompatan transformasi, menjadi bangsa yang lebih maju, makmur dan sejahtera.

“Sebaliknya, jika kita tidak siap, gagal beradaptasi, dan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka bersiaplah kita menjadi penonton, menjadi pecundang, bahkan di negerinya sendiri,” ujarnya.

Karena, kata putra sulung Presiden RI ke-6 ini, yang pasti hanyalah perubahan, dan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah pasti.

“Yang konstan hanyalah perubahan. The only constant is change. Yang pasti adalah ketidakpastian. The only thing that is certain, is the uncertainty of our future (sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian masa depan),” tegasnya.

Oleh karena itu, lulusan Harvard University ini mengajak seluruh elemen bersatu padu untuk melawan pandemi dan memulihkan okonomi. Karena ia melihat, pandemi Covid-19 justru membuat kemunduran, sehingga semua perlu bersatu melawan pandemi, kesatuan dalam komando, dan bukan berarti jalan demokrasi ditutup.

Baca Juga   Formula E Jakarta Diinterpelasi PDIP & PSI : Golkar: Cuma Nambah Kerjaan

“Realitas hari ini, pandemi Covid-19 telah membuat kita set-back sekian tahun ke belakang. Oleh karena itu mari kita bersatu padu untuk melawan pandemi, dan memulihkan ekonomi. Bersatu padu dalam tujuan, bukan berarti seragam dalam pemikiran. Kesatuan komando dalam menghadapi krisis besar memang dibutuhkan, tapi bukan berarti demokrasi tidak diberikan jalan,” tutur AHY.

AHY menegaskan, dalam kondisi segenting apapun, suara kritis rakyat tak boleh dibungkam, termasuk pers dan juga kelompok masyarakat, demi mekanisme checks and balamces.

“Dalam kondisi segenting apapun, suara kritis rakyat, termasuk pers dan civil society tidak boleh dibungkam, karena mekanisme checks and balances tetap mutlak dijalankan. Justru sebaliknya, semua komponen bangsa harus dilibatkan dan diberdayakan,” tegas Direktur Eksekutif The Yudhoyono Isntitute ini.

Menutup sambutannya, AHY juga mengajak seluruh generasi muda untuk membuktikan diri untuk bisa keluar dari krisis hari ini. Terutama bagi generasi muda Indonesia untuk buktikan diri, bahwa Indonesia bisa keluar dari krisis hari ini.

“Buktikan bahwa muda adalah kekuatan, kekuatan dalam pemikiran dan tindakan. Buktikan bahwa muda punya waktu, punya energi, dan punya keberanian; keberanian untuk mengoreksi status quo, dan keluar dari zona nyaman,” ajaknya.

“Buktikan, bahwa dengan daya tahan dan daya saing bangsa, kita bisa menjawab peluang dan tantangan zaman, melakukan perubahan-perubahan, dan lompatan-lompatan besar, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Indonesia yang kita cita-citakan bersama. Indonesia yang benar-benar aman dan damai, adil dan sejahtera, serta maju dan mendunia. Insya Allah kita bisa!,” tantang AHY.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif DCSC ASIA Zaenal A Budiyono menjelaskan bahwa mengundang Ketum AHY sebagai pembicara utama merupakan hal yang tepat. Bahkan bahasan Indonesia Emas 204t sudah disampaikan AHY sejak masih menjadi prajurit di TNI.

Baca Juga   Waduh, RUU PDP Deadlock

“Bukan baru hari ini atau setahun yang lalu, tapi setelah kami riset, Mas AHY sudah sejak di militer, sejak tahun 2017 sudah membicarakan tentang Indonesia Emas 2045. Jadi sangat menarik untuk bisa mendengarkan apa yang Mas AHY bicarakan,” kata Zaenal. (*/sin)

  • Share