Pulau Kumala, Si Cantik yang Sarat Sejarah

  • Share

KUTAI KARTANEGARA saat ini banyak menjadi buah bibir bukan hanya karena daerahnya yang mulai menggeliat dalam hal pembangunan tetapi juga karena destinasi wisata yang cukup banyak di sana. Salah satu destinasi wisata yang menarik dan indah adalah Pulau Kumala. Lokasinya tepat di tengah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Pulau Kumala dahulu merupakan daerah delta dari Sungai Mahakam yang letaknya di Tenggarong. Pada mulanya, pulau seluas 85 hektar ini berupa sedimen lumpur yang selanjutnya membentuk tanah. Kemudian tumbuh pepohonan liar dan datang beberapa hewan di area tersebut. Ketika air sungai pasang, pulau ini akan tenggelam oleh air.

Pada tahun 2002 bertepatan dengan festival budaya masyarakat Kutai Kartanegara yang lebih populer dengan nama Festival Erau, pulau ini baru dibuka sebagai destinasi wisata untuk khalayak umum. Desain tempatnya berupa perpaduan budaya tradisional dan teknologi modern. Banyak daya tarik yang ditawarkan untuk dinikmati oleh wisatawan.

Sejarah Singkat Pulau Kumala, Pulau Unik di Tengah Sungai Mahakam

Sungai Mahakam adalah salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang terkenal hingga seantero nusantara. Pada masa kerajaan Kutai Kartanegara sungai ini menjadi sangat potensial karena sebagai sumber peradaban pada jaman tersebut. Panjangnya mencapai 920 km dan bermuara di Selat Makassar. Dahulu banyak pelaut yang melintasinya.

Seiring berjalannya waktu, di tengah sungai terbentuk delta hingga lama kelamaan membentuk pulau kecil yang tenggelam tatkala sungai mengalami pasang. Di tanah yang terbentuk dari hasil sedimen lumpur itu berangsur-angsur ditumbuhi pepohonan liar beraneka macam. Lalu banyak hewan yang datang hingga membentuk suatu ekosistem.

Karena tidak terawat dan sayang jika dibiarkan terbengkalai, akhirnya tahun 2000 mulai dirancang sebuah destinasi wisata di tempat tersebut. Puncaknya pada tahun 2002, pemerintah setempat meresmikan Pulau Kumala sebagai objek wisata di Kutai Kartanegara bertepatan dengan agenda Festival Erau yang digelar hampir tiap tahun.

Baca Juga   Barongko Si Manis Lembut Kuliner Khas Raja Bugis

Untuk membuat daratannya semakin luas dari awalnya hanya berbentuk pulau kecil, maka diputuskan untuk mengeruk Sungai Mahakam. Material hasil pengerukan dijadikan sebagai bahan utama membentuk Pulau Kumala sehingga semakin tinggi dan luas, serta tidak tenggelam saat air sungai mengalami pasang.

Daya Tarik yang Ditawarkan Pulau Kumala

Keunggulan yang ditawarkan oleh Pulau Kumala yaitu wahana permainan dengan total 10 wahana. Wahana permainan tersebut dibangun dengan tingkat keamanan yang ketat dan harga tiket yang terjangkau. Diantara wahana yang bisa dinikmati meliputi bombom car, jet coaster, komedi putar, kereta api mini, kereta gantung dan gokart.

Di sana juga dibangun sky tower untuk dinikmati bersama keluarga. Ketinggian sky tower sekitar 75 meter. Dari atas sky tower pengunjung bisa melihat Kota Tenggarong dari atas ketinggian dengan jarak pandang yang lebih luas. Hal ini merupakan pengalaman menarik yang harus dicoba.

Terdapat akuarium raksasa di Pulau Kumala. Akuarium yang berukuran sangat besar tersebut dibuat untuk menampung sejenis lumba-lumba air tawar. Lumba-lumba ini bisa juga ditemukan di perairan Sungai Mekong di China dan di Sungai Irawady di Brazil. Anak-anak yang menyaksikan binatang air tawar ini pasti akan senang dan bahagia.

Di bagian depan Pulau Kumala terdapat jembatan panjang dengan gapura yang menjulang tinggi bernama Jembatan Repo-Repo. Jembatan ini berfungsi menghubungkan pulau ini dengan Kota Tenggarong. Repo-Repo sendiri berarti gembok. Di sekitar jembatan terdapat tempat untuk mengaitkan gembok cinta.

Desain Jembatan Repo-Repo hasil perpaduan dari 3 jembatan terkenal di dunia. Tiga jembatan itu meliputi Jembatan Banpao Korea Selatan, Jembatan Sungai Seine Perancis dan Golden Gate di USA.

Selain itu, ada Patung Lembuswana berwarna keemasan. Lembu ini dipercaya sebagai leluhur dari warga Kutai yang dahulu merupakan tunggangan Mulawarman.

Baca Juga   Air Terjun Situmurun, Dari Ketinggian Langsung ke Permukaan Danau Toba

Selanjutnya ada tempat bernama Pura Pasak yang tersusun atas tangga berundak dengan patung di beberapa sudutnya. Pura ini terletak tepat di belakang Lembuswana.

Di bagian pura ada singgasana yang dibuat mirip singgasana dari Raja Kutai. Tempatnya sangat eksotis dan kental dengan nuansa sejarah jaman dulu

Tak jauh dari Pulau Kumala ada wisata sejarah berupa Museum Mulawarman. Di dalam museum ada berbagai peninggalan sejarah yang disimpan dengan rapi dan terawat dengan baik. Barang-barang di masa Kerajaan Kutai bisa disaksikan dan dipelajari dari penjelasan yang diberikan. Ini akan jadi wisata edukasi yang sangat seru.

Untuk menuju Pulau Kumala, wisatawan harus singgah dahulu di Kota Tenggarong. Kota ini adalah pintu masuk menuju ke objek wisata pulau ini. Letak dari kota ini sejauh 27 km dari Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Untuk sampai ke Tenggarong, saat ini bisa dilalui dengan jalur manapun.

Jalur yang populer digunakan adalah jalur darat. Dari Samarinda bisa naik kendaraan umum contohnya bus atau bisa juga menyewa ojek motor. Selain itu bisa juga menggunakan kendaraan pribadi menuju ke Tenggarong. Jika sudah sampai di tepian Sungai Mahakam, wisatawan bisa menyewa perahu motor berukuran kecil. ***

 

  • Share