Kesehatan Mental Jadi Persoalan Kala Pandemi, Berikut Kiat Mengatasinya

Avatar Of Teddy Chaniago
15. Mental | Buliran.com

PANDEMI Covid-19 yang berkepanjangan telah merubah prilaku manusia secara mendasar. Salah satunya adalah gangguan kesehatan mental atau psikologis yang dialami masyarakat, khususnya mereka yang terdampak secara langsung.

Hal itu menambah panjang daftar jumlah anggota masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental yang sudah ada selama ini. Namun, sayangnya bertambahnya masyarakat yang memiliki masalah mental itu tidak diimbangi dengan penanganan yang sesuai karena menjadi perhatian nomor dua setelah kesehatan fisik.

‚ÄúSekecil apapun masalah kesehatan yang terjadi pada tubuh kita itu akan berefek pada kehidupan kita, ini juga berlaku untuk kesehatan mental,”kata Iman Hanggautomo, Chief Visionary Officer Kalbu.

Sadar akan minimnya perhatian masyarakat akan pentingnya kesehatan mental, Kalbu hadir dan menyediakan platform untuk menjadi perantara bagi mereka yang membutuhkan diskusi atau konsultasi terkait kesehatan mental mereka dengan praktisi kesehatan mental yang mumpuni. Kalbu menyediakan layanan yang mudah di akses, aman dan nyaman, melalui website kalbu. life yang resmi diluncurkan dalam diskusi virtual, Senin (23/8) lalu.

15. Mental 1 | Buliran.com

Melalui platform ini, Kalbu ingin menyadarkan masyarakat kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan. Kalbu berangkat dari pengalaman para pendiri yang merasakan langsung pentingnya kesehatan mental.

Sebagai orang orang yang tidak berasal dari lingkungan psikologi, para founder paham jika platform kesehatan mental harus dibuat senyaman dan aman mungkin agar orang-orang mau membuka diri dan menceritakan keadaan kesehatan mental mereka.

Baca Juga   Bosan Selama WFH? Ikuti Tips Ini untuk Mengusirnya