Rp 18,6 Triliun, Uang Negara Disikat Koruptor Sepanjang 2020

Avatar Of Teddy Chaniago
13. Korupsi | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Sepanjang tahun 2020, keuangan negara disikat sebanyak Rp 18,6 triliun oleh para koruptor. Corona, nampaknya tak menjadi penghalang buat mereka untuk menangguk keuntungan. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, terdapat penindakan 444 kasus korupsi sepanjang 2020. Dari ratusan kasus tersebut, tersangkanya berjumlah 875 orang.

“Paling tidak ada 444 kasus korupsi yang ditindak oleh penegak hukum sepanjang tahun 2020 dengan tersangkanya 875 orang, kerugian negara sekitar Rp 18,6 triliun,” ujar Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti Juliantari dalam diskusi publik secara daring, Minggu (15/8).

Dalam paparannya, Siti Juliantari juga mengungkapkan, selain kasus korupsi, Indonesia juga dibebankan oleh kasus suap senilai Rp 86,5 miliar dan pungutan liar senilai Rp 5,2 miliar. Aparat penegak hukum menindak sebagian besar kasus korupsi tersebut dengan menggunakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Pasal 2 menjerat setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain/korporasi yang dapat merugikan keuangan negara. Sementara, Pasal 3 menjerat setiap orang yang menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara.

“Pasal 2 dan 3 ini secara jelas di pasal ini disebutkan bahwa perbuatannya itu memperkaya atau menguntungkan diri sendiri. Jadi, di situ ada kepentingan pribadi maupun kelompoknya,” ujar Juliantari.

Baca Juga   Gabung BRIN, 113 Pegawai Honorer Eijkman Dinonaktifkan