Kenali dari Dini, Ini Tanda Anak Jenius

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Anak Jenius | Buliran.com

DALAM ilmu psikologi, kemampuan intelektual tinggi atau biasa disebut jenius biasanya terukur lewat serangkaian test. Hal ini untuk bisa mengetahui seberapa besar intelligence quotient (IQ) seseorang.

Seseorang yang dinilai sebagai seorang yang jenius, biasanya memiliki skor IQ 140. Dan sosok yang bisa mendapatkan skor dengan IQ 140 hanya ada 1 dari setiap 250 orang.

Adapun, seorang peneliti pada 1940-an mengungkapkan, bahwa seorang yang jenius sejatinya harus memiliki skor IQ lebih dari 180, dan itu hanya ada 1 dari setiap 2 juta orang.

Kendati demikian, hingga kini tidak ada satu pun definisi atau syarat pasti untuk menyebut seseorang jenius. Namun, banyak pakar dan dokter spesialis anak telah mendapatkan hasil pengamatan yang dilakukannya.

Mereka mendefinisikan kejeniusan sebagai kekayaan orisinalitas, kreativitas, dan kemampuan untuk membayangkan atau berpikir dengan cara dan bidang baru.

Sayangya, para ilmuwan tersebut tidak tahu persis apa yang menyebabkan seorang anak menjadi jenius. Mereka menduga ada faktor genetik yang mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Jenis gen tertentu mempengaruhi seberapa besar kecerdasan intelektual yang Anda miliki.

Mengutip WebMD, pengaruh genetik anak mempengaruhi motivasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya. Mereka sangat mempengaruhi seberapa baik mereka tampil di sekolah atau pada tes yang mengukur kecerdasan.

Ada beberapa ciri fisik tertentu yang dimiliki oleh otak orang-orang jenius atau yang memiliki kecerdasan ekstrem.

1. Volume otak yang lebih besar di bagian tertentu

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa orang berbakat atau jenius memiliki lebih banyak bidang abu-abu di otak mereka. Ini adalah bagian otak yang bekerja untuk menghitung dan memproses informasi. Bagian ini juga mengarahkan perhatian, ingatan, bahasa, persepsi, dan interpretasi Anda.

Baca Juga   Mengenal 7 Wilayah Terkering di Dunia

2. Peningkatan konektivitas wilayah otak

Individu yang sangat berbakat atau jenius biasanya memiliki bidang putih yang lebih aktif di otak mereka. Bidang putih ini yang bertindak sebagai ‘pusat komunikasi’ di otak Anda.

Otak orang yang jenius terlihat memiliki jaringan koneksi yang lebih baik dan karenanya menghasilkan pemikiran yang sangat cepat dan kompleks.

3. Peningkatan sensitivitas sensorik dan pemrosesan emosional

Otak orang jenius bisa mengalami ‘superstimulabilitas’ yang membuat mereka sangat sensitif terhadap emosi serta perasaan orang lain. Hal ini dapat membantu mereka menjalin relasi dengan orang lain, tetapi kadang-kadang bisa membuat mereka kewalahan dan merasa cepat lelah.

Karakter Seorang yang Jenius

Ada banyak bentuk kecerdasan manusia, misalnya kecerdasan lingual, kecerdasan motorik, dan kecerdasan visual.

Meski tidak ada daftar resmi yang menjadi ciri anak jenius, berikut adalah sejumlah tanda yang sering muncul pada anak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi:

1. Selalu butuh stimulasi mental
2. Kemampuan untuk mempelajari topik baru dengan cepat
3. Kemampuan untuk memproses informasi baru dan kompleks dengan cepat
4. Keinginan untuk menjelajahi topik tertentu secara mendalam
5. Rasa ingin tahu yang tak terpuaskan, seringkali ditunjukkan dengan banyak pertanyaan
6. Mempelajari materi pendidikan untuk tingkat kelas yang lebih tinggi
7. Memiliki kedalaman dan kepekaan emosional
8. Menyukai topik atau minat unik
9. Memiliki selera humor yang dewasa atau unik
10. Imajinatif dan mampu menemukan solusi kreatif untuk masalah
11. Cepat Belajar
12. Lebih sadar daripada anak-anak lain tentang diri, situasi sosial, dan masalah global

(*/cap/cic)