Islami  

Akhir Zaman Semakin Dekat, Masyarakat Minang Harus Kembali ke Khittah

Avatar Of Teddy Chaniago
11. Ustadz Saadi Djamal | Buliran.com

FENOMENA banjir besar yang melanda tanah Arab hingga meluber ke Ka’bah, menghijaunya bukit-bukit batu di penjuru semenanjung Arab hingga berubahnya lembah di negeri itu menjadi sungai, tentu sebuah hal yang tidak biasa.

Meski dunia akademisi melalui kajian ilmiah menyebutkan itu hal yang biasa dan menjadi siklus 100 tahunan, namun Islam menyebut bukan sesuatu yang biasa.

“Apa yang terjadi Tanah Arab saat ini adalah sebuah kehendak dari Sang Maha Kuasa. Nabi Besar Muhammad SAW menyebutkan bahwa fenomena di atas adalah tanda akhir zaman,” kata Usradz H Saadi Jamal.

2. Sungai | Buliran.com

Tokoh masyarakat Minang asal Koto Kaciak Maninjau yang berdomisili di Jagakarsa ini mengatakan, selain merupakan tanda akhir zaman, pun menunjukkan kalau kita saat ini sudah berada di periode terakhir.

Melihat catatan dari para sahabat dan juga hadits nabi, maka periode itu tentu semakin jelas. Apalagi saat ini, fenomena yang tak biasa juga melingkupi para pemimpin di Jazirah Saudi Arabia.

Terkait hal itu, masyarakat Minang di manapun berada harus segera kembali ke khittah atau tatanan kehidupan masyarakat Minangkabau yang telah dijalankan secara turun temurun.

“Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah harus kembali ditegakkan di tengah masyarakat. Sebagai masyarakat Islami, tentunya kembali ke filosofi menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Minang,” imbuhnya.

Buya Saadi juga menyebutkan, terlepas dari kapan kiamat itu akan datang, maka masyarakat Minangkabau yang terkenal sangat Islami harus kembali ke jatidiri tersebut.

“Masyarakat kita adalah masyarakat yang terkenal Islami. Karena itu, kembalilah ke jati diri kita. Jan sampai jauah panggang dari api dan lenggang jauah dari katiak,” imbuhnya mengingatkan. (ted)

Baca Juga   Mengenal Sosok Wanita yang Bisa Mengantar Seorang Mukmin ke Surga