Adu Tajir Ketua Parpol, Siapa Paling Oke?

Avatar Of Teddy Chaniago
9. Partai | Buliran.com

LEMBAGA penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memutuskan 17 partai politik (parpol) akan menjadi peserta Pemilu 2024 (lihat profil, nomor urut, daftar peserta pemilu).

Ke-17 parpol itu terdiri dari sembilan parpol yang memiliki kursi di DPR RI saat ini. Sisanya, ada delapan parpol non-parlemen yang lolos pada tahapan verifikasi faktual.

Di sisi lain, sebagian besar ketua umum (ketum) parpol peserta Pemilu 2024 bergabung atau duduk di kursi pemerintahan.

Sehingga melaporkan harta kekayaan merupakan satu kewajiban mereka sebagai penyelenggara negara. Misalnya saat Ketum PKB, Muhaimin Iskandar yang duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Adapula Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Meski demikian ada pula sosok ketua umum yang tidak tergabung dalam pemerintahan. Misal pengusaha Hary Tanoesoedibjo yang merupakan Ketum Perindo atau Ketum Partai Buruh, Said Iqbal.

Berikut Kekayaan Para Ketua Umum Partai tersebut :

1. Muhaimin Iskandar

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menghadiri acara Launching Lembaga Saksi Pemenangan Nasional DPP PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/11).

Peluncuran lembaga tersebut untuk mengawal perolehan suara PKB di setiap pemilihan umum baik pemilihan legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.

Muhaimin Iskandar menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kini duduk sebagai Wakil DPR RI.

Pria yang karib disapa Cak Imin itu terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 27 Agustus 2021 dengan jumlah Rp 26.076.033.733.

2. Prabowo Subianto

Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Saat ini, Prabowo Subianto duduk sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) pada Kabinet Indonesia Maju.

Pria yang siap kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024 ini memiliki harta kekayaan lebih dari Rp 2 triliun.

Tepatnya Rp 2.032.478.722.760 berdasarkan laporan harta kekayaan terakhir pada 31 Maret 2022.

Dari jumlah harta kekayaannya, surat berharga menjadi aset terbesar yang dimiliki anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo tersebut.

Total surat berharga yang dimiliki Prabowo mencapai Rp 1.701.879.000.000. Ini wajar sebab mantan Danjen Kopassus itu memiliki banyak perusahaan dan portofolio investasi.

Sementara aset lain yang ikut menyumbang harta kekayaan Prabowo adalah kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 275.320.450.000. Ia juga masih mempunyai delapan kendaraan dengan nilai Rp 1.258.500.000.

Aset lain yang terdaftar dalam harta kekayaan Prabowo adalah harta bergerak lainnya Rp 16.359.023.500 serta kas dan setara kas Rp 2.522.545.835.

Baca Juga   Apa Kabar Puan & PDIP? Sahabat Ganjar Klaim Deklarasi Serentak di 51 Kota

Prabowo masih memiliki harta lainnya sebesar Rp 43.139.203.425. Namun Prabowo juga memiliki utang sebesar Rp 8 miliar sehingga mengurangi jumlah asetnya.

3. Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di lingkup pemerintahan, Megawati menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pada laporan per 24 Maret 2022, Megawati memiliki harta kekayaan sebesar Rp 214.228.740.548.

Aset terbesar ibunda Puan Maharani itu adalah kepemilikan 29 bidang tanah di DKI Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, hingga Denpasar. Totalnya Rp 201.456.572.000.

Koleksi kendaraan Megawati juga tak kalah banyak dengan nilai Rp 3.701.095.456. Ada 16 unit dengan rincian dua motor dan 14 mobil.

Putri Presiden pertama RI, Soekarno itu juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.908.750.000 serta kas dan setara kas sebanyak Rp 6.580.823.092. Aset lain milik Megawati adalah surat berharga dengan nilai Rp 581.500.000.

4. Airlangga Hartarto

Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dalam laporan harta kekayaan per 30 Maret 2022, Airlangga Hartarto memiliki harta kekayaan sebesar Rp 425.600.875.203.

Airlangga Hartarto memiliki sembilan bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 108.460.528.955. Ke-10 tanah ini berada di Jakarta Selatan, Bogor, dan Manado.

Aset lain milik Airlangga Hartarto adalah lima unit mobil dengan nilai Rp 2.564.000.000. Mantan Menteri Perindustrian itu juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 573.500.000 serta surat berharga sebesar Rp 54.941.266.702.

Aset Airlangga Hartarto yang nilainya tak kalah besar adalah kas dan setara kas yang nilainya mencapai Rp 321.333.100.939.

Airlangga Hartarto juga mempunyai harta lainnya sebesar Rp 9.998.677.350. Namun, ia memiliki utang lebih dari Rp 72 miliar, tepatnya Rp 72.270.198.743 sehingga mengurangi total hartanya.

5. Surya Paloh

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat berpidato di HUT Partai NasDem ke-11 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan pada Jumat (11/11).

Surya Paloh adalah Ketua Umum Partai NasDem yang juga menjadi pengusaha sukses di Tanah Air. Ia memiliki usaha pertambangan, minyak dan gas, perhotelan, hingga grup media. Tak heran bila Surya Paloh memiliki harta kekayaan mencapai triliunan.

Mengutip dari wikipedia.org, Surya Paloh disebut memiliki kekayaan sebesar 575 juta dolar AS atau jika dirupiahkan menjadi Rp 8.979.688.750.000.

Baca Juga   Target 64 Kursi PAN di DPR RI Tergantung Partai Ummat

6. Anis Matta

Selanjutnya ada Anis Matta yang sekarang menjadi Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora).

Sebelum mendirikan Partai Gelora bersama koleganya, Fahri Hamzah, Anis Matta sempat menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Dalam harta kekayaan yang pernah dilaporkan pada 26 Desember 2003, Anis Matta memiliki harta sebanyak Rp 4.713.622 dan 4.000 dolar AS.

Ia mempunyai empat bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 3.777.700.000. Anis Matta juga memiliki tiga kendaraan dengan nilai Rp 245 juta.

Aset lain yang dimiliki Anis Matta adalah harta bergerak lainnya sebesar Rp 5.922.000 dan surat berharga sebesar Rp 635 juta.

Terakhir, giro dan setara kas yang dipunyai Anis Matta sebesar Rp 50 juta dan 4.000 dolar AS. Namun, ini adalah harta kekayaan yang dilaporkan pada 2003. Bisa jadi ada perubahan nominal atau jumlah harta kekayaan setelah 19 tahun berlalu.

7. Ahmad Syaikhu

Dari laporan harta kekayaannya per 31 Maret 2022, Ahmad Syaikhu memiliki harta kekayaan sebesar Rp 4.880.841.886.

Rinciannya enam bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 3.350.000.000 serta tujuh kendaraan senilai Rp 340,1 juta.

Aset lain milik Ahmad Syaikhu adalah harta bergerak lainnya sebesar Rp 12,8 juta serta kas dan setara kas Rp 1.177.941.886.

8. Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi Menteri Perdagangan.

Pada 31 Desember 2021, Zulkifli Hasan melaporkan harta kekayaannya dengan jumlah total Rp 32.810.882.791.

Jumlah tersebut meliputi sembilan bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 12.985.500.000. Zulkifli Hasan tercatat memiliki dua mobil Toyota Alphard senilai Rp 1,1 miliar.

Aset lain milik Zulkifli Hasan adalah harta bergerak lainnya sebesar Rp 1,5 miliar dan surat berharga Rp 4.990.000.000. Mantan Wakil Ketua MPR RI itu juga mempunyai kas dan setara kas sebesar Rp 12.235.382.791.

9. Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Yusril menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada periode Oktober 2004 – Mei 2007 atau era Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Yusril Ihza Mahendra pernah melaporkan harta kekayaannya pada 26 November 2004 dengan total Rp 6.204.011.904.

Sosok yang juga merupakan seorang pengacara ini memiliki 12 bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 3.229.859.000.

Baca Juga   Gerindra: Prabowo Maju

Saat itu, ia juga masih memiliki lima kendaraan dengan nilai Rp 900 juta dan usaha perkebunan senilai Rp 94 juta.

Yusril tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 979.027.000 serta kas dan setara kas Rp 7.579.011.904.

Namun, Yusril juga memiliki utang sebesar Rp 1.375.000.000. Akan tetapi, ini adalah harta kekayaan yang dilaporkan pada 2004. Bisa jadi ada perubahan nominal atau jumlah harta kekayaan setelah 18 tahun berlalu.

10. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan Ketua Umum Partai Demokrat. Berdasarkan data dari LHKPN, nama AHY terakhir mendaftarkan hartanya saat mencalonkan diri pada Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam.

Jumlah harta kekayaan AHY saat tahun 2027 silam sebanyak Rp 15.291.805.024. Dengan rincian harta di antaranya ada harta tidak bergerak dengan rincian tanah dan bangunan senilai Rp 6.772.645.000.

AHY tercatat memiliki harta bergerak, dengan rincian Mobil, merek Toyota Vellfire dengan nilai jual Rp 550.000.000. Serta Rp 360.000.000 dari peternakan, pertambangan hingga usaha lainnya.

11. Hary Tanoesoedibjo

Salah satu pengusaha yang juga memimpin partai adalah Hary Tanoesoedibjo. Hary Tanoesoedibjo adalah Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo).

Dikenal sebagai taipan sukses, wajar jika Hary Tanoe memiliki harta yang nilainya mencapai triliunan.

Dikutip dari forbes.com, Hary Tanoe memiliki kekayaan sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp 15,6 triliun.

Dengan jumlah ini, Hary Tanoe masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2022. Bahkan bisa saja, pria berusia 57 tahun itu menjadi ketua umum parpol terkaya.

12. Muhamad Mardiono

Pada laporan terbarunya, yaitu 30 Maret 2022, Mardiono memiliki harta kekayaan mencapai Rp 1,27 triliun tepatnya Rp 1.270.833.511.147.

Kepemilikan surat berharga menyumbang sebagian besar kekayaan Mardiono, yaitu Rp 704.548.601.138.

Ia juga memiliki 179 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 676.591.790.000.

Ke-179 tanah itu berada di Sleman, Bantul, Cilegon, Kulon Progo, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Serang.

Aset lain yang dimiliki Mardiono adalah 11 unit mobil dan lima unit motor dengan nilai Rp 7.725.950.000.

Mardiono juga mempunyai aset berupa harta bergerak lainnya, Rp 1.125.000.000; kas dan setara kas, Rp 6.627.516.380; serta harta lainnya, Rp 23.743.889.203.

Meski demikian, ia juga memiliki utang sebesar Rp 149.529.235.574 sehingga mengurangi nilai asetnya.***