Beban Hidup Rakyat Indonesia Makin Berat

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Beban | Buliran.com

MASYARAKAT Indonesia tengah dibebani oleh kenaikan sejumlah bahan pangan. Mulai dari beras, telur hingga daging ayam meningkat tajam jelang tutup tahun.

Salah satu yang mengejutkan adalah kenaikan harga beras. Padahal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah mengatakan bahwa pasokan beras memadai.

Ternyata, Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan kenyataan baru, bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 3 September 2022 berimbas terhadap naiknya harga beras di Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan ada dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada tanaman pangan, terutama hasil pertanian seperti padi.

“Mungkin karena terkait ongkos produksi seperti transportasi angkut, upah buruh, panen tanam, bajak, hingga harga gabah yang dijual petani mengalami peningkatan,” jelas Setianto dalam konferensi pers, dikutip Jumat (2/12).

Di sisi lain, dia menuturkan harga tanaman pangan yang naik juga disebabkan karena adanya efek musiman. Namun dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2021, kata Setianto, harga hasil pertanian sebelum adanya kenaikan BBM tidak terjadi kenaikan harga.

“Sehingga dugaan awal kami merupakan, second round effect BBM (terjadi) di sektor pertanian,” tambahnya.

Menurutnya, melihat pola pertanian tanaman pangan, khususnya padi, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.397/kg naik 0,81% secara month to month (mtm). Ini naik 16,06% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.785/kg turun atau -1,79% secara mtm namun naik 14,32 secara yoy. Adapun perkembangan rata-rata harga beras di penggilingan, grosir, dan eceran, BPS mencatatkan naik, baik secara bulanan ataupun tahunan.

Di sisi lain, dia menuturkan harga tanaman pangan yang naik juga disebabkan karena adanya efek musiman. Namun dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2021, kata Setianto, harga hasil pertanian sebelum adanya kenaikan BBM tidak terjadi kenaikan harga.

Baca Juga   Sergio Silva : Lima Jam di Ruang Ganti, Ada Banyak Kebisingan dan Jeritan di Koridor

“Sehingga dugaan awal kami merupakan, second round effect BBM (terjadi) di sektor pertanian,” tambahnya.

Menurutnya, melihat pola pertanian tanaman pangan, khususnya padi, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.397/kg naik 0,81% secara month to month (mtm). Ini naik 16,06% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.785/kg turun atau -1,79% secara mtm namun naik 14,32 secara yoy. Adapun perkembangan rata-rata harga beras di penggilingan, grosir, dan eceran, BPS mencatatkan naik, baik secara bulanan ataupun tahunan. (*/haa/cic)