Hutang Bertambah : Waspadai Potensi Gagal Bayar

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Hutang | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Semakin menggunungnya hutang Indonesia, perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebelum mengajukan hutang baru. Sebab, makin tingginya tumpukan hutang bisa berakibat pada gagalnya pemerintah dalam mengembalikannya.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan. Dia mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan penambahan utang baru di tengah semakin membludaknya utang Indonesia untuk menghindari gagal bayar.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia kembali berencana akan menambah utang baru di tahun 2021 sebesar Rp515,1 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi dan peningkatan laju penyebaran COVID-19 yang masih sulit dikendalikan.

Menteri Keuangan (Menkeu) tengah merencanakan dan mencari tambahan utang baru sebesar Rp515,1 triliun. Tercatat, utang Indonesia bertambah Rp1.226,8 triliun selama tahun 2020 dan bertambah sebesar Rp1.177,4 triliun selama Januari hingga penghujung Juni 2021. Total utang luar negeri Indonesia telah mencapai Rp6.554,56 triliun per Juni 2021 dan berpotensi naik kembali setelah penambahan utang Rp515,1 triliun yang sedang dicari Menkeu tersebut.

Syarief Hasan menilai pengelolaan utang luar negeri selama masa pandemi COVID-19 semakin memprihatikan.

‚ÄúDari berbagai kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan utang luar negeri Indonesia semakin jauh melampaui pertumbuhan PDB Indonesia. Laju penyebaran COVID-19 juga semakin sulit dikendalikan dan berpengaruh terhadap ekonomi. Rasio utang terhadap PDB juga membengkak mendekati 41,35% dan berpotensi gagal bayar,” ujar Syarief Hasan, Senin (9/8).

Baca Juga   Deretan Taipan Tajir Pemilik Mal Raksasa di Jakarta