Tips  

Hentikan Kebiasaan Anak Berbohong, Ini Tipsnya

Avatar Of Teddy Chaniago
9.Boong | Buliran.com

BERBOHONG, sebagaimana kita ketahui, merupakan salah satu kebiasaan buruk yang mungkin pernah dilakukan anak. Kebiasaan tersebut bisa jadi merupakan pengaruh dari lingkungan si kecil, seperti di keluarga dan sekolah.

Meski begitu, tidak semua kebohongan yang dilakukan anak merupakan hal buruk. Cerita imajinasi yang biasa disampaikan anak juga merupakan salah satu jenis kebohongan, namun ini adalah kebohongan yang masuk kategori baik.

Lantas, bagaimana dengan kebohongan yang buruk? Mengutip iMOM, ada beberapa kebohongan buruk yang bisa dilakukan anak, seperti kebohongan untuk menyembunyikan kesalahannya, kebohongan impulsif, hingga kebohongan yang bertujuan untuk memanipulasi orang lain.

Jika tidak segera dihentikan, kebiasaan tersebut dikhawatirkan akan terus terbawa sampai anak beranjak dewasa.

Nah, berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba untuk membuat anak berhenti berbohong :

1. Hentikan saat Anak Mulai Berbohong

Saat Anda melihat tanda-tanda anak mulai mencoba berbohong, langsung hentikan kebiasaan tersebut dan katakan padanya bahwa tidak apa-apa mengatakan kebenaran atau mengakui kesalahan.

Tunjukkan padanya bahwa Anda menghargai kejujurannya, sehingga si kecil tidak akan berbohong lagi.

2. Percaya pada Anak

Beberapa anak mungkin merasa tertekan saat dicurigai melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia lakukan. Hal tersebut bisa jadi membuat anak pada akhirnya berbohong dan tidak mengakui perbuatannya.

Sebagai orang tua, Anda perlu mempercayai apa yang dikatakan si kecil. Hindari terlalu sering curiga pada anak karena itu bisa memicu si kecil untuk berbohong.

3. Kurangi Hukuman untuk Anak

Salah satu alasan anak berbohong adalah untuk menghindari hukuman dari orang tua. Si kecil mungkin akan menyembunyikan kesalahannya agar tidak mendapatkan hukuman.

Nah untuk mengatasinya, Anda bisa coba mengurangi hukuman pada anak saat ia melakukan kesalahan. Alih-alih menghukum, hargai kejujurannya dan beri konsekuensi yang tidak memberatkan si kecil.

Baca Juga   Bos Anda Menyebalkan? Begini Menghadapinya

4. Hindari Bersikap Ofensif

Saat memergoki anak melakukan kesalahan, beberapa orang tua mungkin langsung bersikap ofensif dengan menuduh anak secara bertubi-tubi.

Hal itu justru akan membuat anak lebih defensif dan menggunakan kata-katanya untuk berbohong. Alih-alih bersikap ofensif, hadapi anak dengan tenang agar ia mau mengakui kesalahannya.

5. Ceritakan Kisah Kejujuran

Salah satu media pembelajaran yang cenderung efektif dalam mengubah sifat atau kebiasaan buruk anak adalah melalui dongeng. Ceritakan berbagai kisah kejujuran pada si kecil agar ia tahu penting untuk selalu jujur, dan berbohong akan menimbulkan masalah.

Salah satu dongeng yang cukup populer tentang kejujuran yaitu Pinokio. Cerita tersebut mengajarkan pada si kecil bahwa anak yang suka berbohong akan mendapatkan akibatnya. (*/kpr)