Rudal Hipersonik Iran Bikin Dunia Merinding

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Rudal Hipersonik Iran | Buliran.com

PENGAWAS nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutarakan kekhawatirannya setelah Iran mengklaim telah mengembangkan rudal super hipersonik yang mampu menembus sistem pertahanan negara manapun, Kamis (10/11).

“Semua pengumuman ini ditujukan untuk meningkatkan perhatian, meningkatkan kewaspadaan, dan meningkatkan perhatian publik terhadap program nuklir Iran,” imbau Kepala Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi dikutip dari Arab News, Jumat (11/11).

Rudal hipersonik tersebut dapat mengirimkan senjata nuklir dengan cara cara yang sama seperti rudal balistik tradisional. Bedanya, rudal hipersonik ini dapat terbang lebih dari lima kali kecepatan suara dan sangat bermanuver sehingga tidak mungkin untuk dilacak dan dipertahankan.

Berbeda dengan rudal balistik, rudal hipersonik terbang pada lintasan rendah di atmosfer dan diklaim mampu mencapai target lebih cepat.

“Rudal hipersonik baru Iran dikembangkan untuk melawan perisai pertahanan udara,” sebut komandan unit kedirgantaraan Korps Pengawal Revolusi Islam, Jenderal Amirali Hajizadeh.

“Itu akan mampu menembus semua sistem pertahanan anti-rudal. Perlu beberapa dekade sebelum sistem yang mampu mencegatnya dikembangkan,” lanjutnya.

Banyak analis senjata yang memercayai klaim Hajizadeh. Sejumlah negara telah mengembangkan sistem yang dirancang untuk bertahan melawan rudal jelajah dan balistik, tetapi kemampuan untuk melacak dan menjatuhkan rudal hipersonik masih sulit dipahami.

Klaim Iran yang telah mengembangkan rudal semacam itu menimbulkan pertanyaan terkait dari mana Teheran memperoleh teknologi tersebut. Sebelumnya, uji coba rudal hipersonik Korea Utara tahun lalu memicu kekhawatiran tentang perlombaan untuk memperoleh teknologi tersebut, yang saat ini dipimpin oleh Rusia, diikuti oleh China dan Amerika Serikat (AS).

Iran dan Rusia sama-sama menjadi target sanksi internasional yang ketat dan telah merespons dengan meningkatkan kerja sama di bidang-bidang utama untuk membantu menopang ekonomi mereka.

Baca Juga   Jaringan Internet tak Bisa Diakses Jutaan Siswa di Asia Selatan

Klaim rudal hipersonik Iran mengikuti uji terbang roket yang berhasil pada minggu lalu mampu mendorong satelit ke luar angkasa. AS telah berulang kali menyuarakan keprihatinan bahwa peluncuran tersebut dapat meningkatkan teknologi rudal balistik Iran dan memperluas potensi pengiriman hulu ledak nuklir.

Pada Maret lalu, pemerintah AS memberlakukan sanksi terhadap kegiatan terkait rudal Iran. Sementara itu, pengawas atom PBB mengatakan bahwa mereka tidak melihat kemajuan dalam diskusi dengan Teheran mengenai partikel uranium yang ditemukan di tiga lokasi penelitian. Iran telah menyetujui kunjungan inspektur badan bulan ini untuk memberikan jawaban.

“Badan tersebut telah menegaskan kembali kepada Iran bahwa pada pertemuan ini, mereka mengharapkan untuk mulai menerima penjelasan teknis yang kredibel dari Iran tentang masalah ini, termasuk akses ke lokasi dan bahan, serta pengambilan sampel yang sesuai,” kata badan tersebut dalam sebuah laporan.(*/hoi/cic)