Ratusan Pasukan Elit Rusia Dihabisi Ukraina

Avatar Of Teddy Chaniago
11. Pasukan | Buliran.com

SEBANYAK 300 orang pasukan elit Rusia dilaporkan terbunuh dalam perang di Ukraina. Hal ini disampaikan oleh Komandan Brigade ke-155 Marinir Armada Pasifik Rusia.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan ke Gubernur wilayah Primorsky Krai, mereka mengeluh telah dilemparkan ke dalam pertempuran yang sulit di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Mereka juga mengaku kekalahan yang mereka alami jauh lebih besar dibandingkan yang disampaikan Kremlin.

“Kami kehilangan sekitar 300 orang tewas, terluka dan hilang dalam empat hari sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dengan hati-hati oleh para komandan besar,” kata surat itu yang dilihat oleh Moscow Times, dikutip Kamis (10/11).

“Kami kehilangan 50% peralatan kami. Itu brigade kami sendiri. Komando distrik bersama dengan Akhmedov menyembunyikan fakta-fakta ini dan mengubah statistik korban resmi karena takut dimintai pertanggungjawaban,” tambahnya.

Mereka juga bertanya pada Gubernur Primorsky Krai Oleg Kozhemyako terkait sampai kapan mereka harus bertugas di wilayah yang cukup berbahaya itu. Ia mengatakan beberapa atasannya memalsukan jumlah kekalahan agar terlihat berhasil.

“Sekali lagi kami dilemparkan ke dalam pertempuran yang tidak dapat dipahami oleh Jenderal Muradov dan saudara iparnya, rekan senegaranya Akhmedov, sehingga Muradov bisa mendapatkan bonus untuk membuatnya terlihat baik di mata Gerasimov (Kepala Staf Umum Rusia),” tambah surat itu.

Keterangan serupa juga didapatkan dari seorang Komandan tempur Brigade ke-155 Marinir Armada Pasifik Rusia yang merekam pernyataan yang dimuat dalam akun Telegram. Ia mengatakan kerugian yang dialami telah dilaporkan kepada kantor kejaksaan militer.

“Bagi kami, kehilangan apa pun di antara sesama sebangsa adalah kehilangan dan rasa sakit yang besar. Kami berduka untuk orang mati. Dan kami akan membantu keluarga dan yang terluka,” ujarnya.

Baca Juga   WHO Tolak Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan Internasional

Pasukan Rusia yang diperintahkan maju ke Ukraina oleh Presiden Vladimir Putin Februari lalu sebelumnya memang disebut telah mengalami kekalahan. Ini utamanya di wilayah Lyman dimana pasukan Moskow dipukul mundur oleh militer Kyiv.

Mundur di Kherson

Sementara itu, Rusia memerintahkan masukannya mundur di kota garis depan perang di Ukraina, Kherson, Rabu waktu setempat. Ini menjadi kejutan baru yang dilakukan tentara Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pengumuman penarikan pasukan dilakukan langsung Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada pertemuan yang disiarkan televisi dengan komandan Rusia di Ukraina, Sergei Surovikin. Namun, pasukan Rusia, akan bertahan di tepi Sungai Dnipro.

“Mulai tarik pasukan,” tegas Shoigu, dikutip AFP.

Kota Kherson sendiri sebenarnya adalah pusat kota pertama yang direbut oleh Rusia selama invasi. Kota itu menjadi satu-satunya ibu kota regional Ukraina yang dikendalikan oleh pasukan Moskow sejak serangan dimulai pada 24 Februari.

Namun serangan agresif pasukan Ukraina selama berminggu-minggu terakhir telah merebut desa-desa di kota dekat Laut Hitam tersebut. Kepungan Ukraina ini kemungkinan membuat Kremlin menarik diri.

“Mereka hanya mencari jalan keluar dari situasi yang sulit,” kata juru bicara komando tentara selatan Ukraina Natalia Gumeniuk di laman yang sama.

“Fakta bahwa mereka dengan sengaja mengumumkan bahwa mereka pindah ke tepi kiri tidak mengejutkan siapa pun. Tapi kami mengerti bahwa kami masih harus berjuang,” tambahnya.

Sebelumnya, Rusia juga melakukan evakuasi warga besar-besaran di wilayah itu. Status darurat militer juga diumumkan Putin.

Meski demikian, dalam pernyataan terbaru, Penasihat Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan beberapa tentara Rusia tetap berada di kota itu. Kyiv sendiri mencurigai langkah Moskow.

“Kami tidak melihat tanda-tanda bahwa Rusia meninggalkan Kherson tanpa perlawanan,” katanya di Twitter.

Baca Juga   Banjir Bandang Jerman-Belgia Tewaskan 128 Jiwa, Ratusan Lainnya Hilang

“Ukraina membebaskan wilayah berdasarkan data intelijen, bukan pernyataan TV yang dipentaskan,” ujarnya lagi.

Kherson adalah salah satu dari empat wilayah Ukraina yang Rusia nyatakan telah dianeksasi pada bulan September lalu. Ini tak lama setelah referendum buatan pro Rusia dilakukan.

Pengumuman mundur pasukan di Kherson terjadi tak lama setelah kepala wilayah yang dilantik Moskow, Kirill Stremousov, dinyatakan tewas dalam kecelakaan mobil. Setidaknya ada 115.000 tentara Rusia yang ditempatkan di wilayah itu. (*/sef/cic)