Resesi Jadi “Syetan” Gentayangan

Avatar Of Teddy Chaniago
10. Resesi | Buliran.com

EKONOMI digital Indonesia diperkirakan akan tetap tumbuh positif tahun 2022 ini. Tiga layanan e-commerce, transportasi dan pesan antar makanan menjadi yang teratas dengan tingkat penggunaan hampir merata pada pengguna di perkotaan.

Fakta ini berasal dari laporan e-Conomy SEA yang menggabungkan data dari Google Trend, Temasek, serta analisis dari Bain & Company. Laporan tersebut menyoroti ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara yakni Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura dan Fillipina.

Dalam laporan tersebut transportasi dan pesan antar makanan diproyeksikan mencapai GMV (Gross Merchandise Value) US$8 miliar tahun 2022. Pertumbuhan CAGR (Compound Annual Growth Rate) 22% menjadi GMV US$15 miliar hingga tahun 2025.

Menurut laporan pertumbuhan itu terjadi karena permintaan yang terus berangsur normal dan makin banyak orang yang kembali pergi ke restoran.

Pada sektor transportasi juga didorong karena orang-orang yang bertahap kembali bekerja di kantor, naiknya aktivitas belanja di toko fisik serta bangkitnya sektor pariwisata. Ini akan kembali pulih dari titik terendah setelah karantinan wilayah dilakukan beberapa waktu lalu.

Sementara itu e-Commerce berdasarkan GMV sebesar US$59 miliar tahun 2022 ini. Angka tersebut naik 22% dari tahun sebelumnya sebanyak US$48 miliar.

Menurut laporan pertumbuhan itu terjadi karena permintaan yang terus berangsur normal dan makin banyak orang yang kembali pergi ke restoran.

Pada sektor transportasi juga didorong karena orang-orang yang bertahap kembali bekerja di kantor, naiknya aktivitas belanja di toko fisik serta bangkitnya sektor pariwisata. Ini akan kembali pulih dari titik terendah setelah karantinan wilayah dilakukan beberapa waktu lalu.

Sementara itu e-Commerce berdasarkan GMV sebesar US$59 miliar tahun 2022 ini. Angka tersebut naik 22% dari tahun sebelumnya sebanyak US$48 miliar.

Baca Juga   Gerai Modern Tak Perlu Dilarang di Sumatera Barat

Pada tahun 2025 mendatang sektor tersebut akan meraup US$95 miliar. Dalam laporan diperkirakan naik 17% selama tiga tahun dari tahun ini.

Layanan lain yang dalam laporan adalah perjalanan online. Tahun ini diproyeksikan mencapai US$3 miliar atau naik 60% dari tahun lalu sebanak US$2 miliar. Menurut laporan, layanan ini akan melonjak 45% tahun 2025 mendatang dengan US$10 miliar. (*/cic)