Direnggut Keganasan Corona, 11.045 Anak Kehilangan Orang Tua

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Yatiim | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Pandemi  Covid-19 yang belum menunjukkan tanda berhenti, masih terus menghadirkan dan menyisakan persoalan baru. Tak hanya masyarakat yang kehilangan pekerjaan, ekonomi keluarga yang morat-marit serta negara yang dibekap resesi, namun juga menghadirkan belasan ribu anak yati, anak piatu dan anak yatim piatu baru.

Dari catatan Kementerian Sosial, setidaknya tercatat sebanyak 11.045 anak yang ditinggal meninggal orang tuanya karena terpapar Covid-19. Anak-anak tersebut, kini berstatus yatim, piatu, dan yatim piatu. Mereka tersebar hampir merata di seluruh penjuru Indonesia.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan saat ini, termasuk bagi anak-anak. Selain adanya ketakutan akan terpapar Covid-19, anak-anak juga kerap berpotensi kehilangan orang-orang terdekat mereka yang meninggal akibat Covid-19.

“Hal ini membuat banyak anak akhirnya harus menjadi anak yatim, piatu dan yatim piatu,” kata Risma kepada wartawan, Sabtu (8/8).

Risma menjelaskan, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021, diketahui ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, yatim atau piatu. Pada sisi lain jumlah anak yang positif dan meninggal menunjukkan lebih dari 350.000 anak positif dan 777 anak meninggal dunia.

Menurut Risma, tingkat risiko anak terpapar Covid-19 tinggi. Karena itu, kata dia, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan vaksinasi bagi anak-anak minimal usia 12 tahun.

Baca Juga   20 Bulan "Menghilang", Dimana Raja Salman?