Kelurahan Leuwinanggung Giatkan Sosialisasi dan Penanggulangan Stunting

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Wawan.jpg | Buliran.com

BuliranNews, DEPOK – Stunting atau perawakan pendek adalah salah satu gangguan pertumbuhan yang sering terjadi pada anak. Secara medis, stunting adalah kondisi ketika tubuh dan otak anak tidak mengalami perkembangan secara optimal.

Keadaan ini disebabkan karena tubuh anak lebih pendek dan kemampuan berpikir yang cenderung lebih lemah dari anak lain seusianya. Stunting dapat dicegah sebelum anak memasuki usia 2 tahun.

“Perang melwan stunting tentunya perang untuk mengatasi persoalan kesehatan bayi dan ibunya. Di sini butuh keseriusan, komitmen dan tentunya harus dilakukan terus menerus,” kata Camat Tapos, H Abdul Mutolib saat menghadiri acara tersebut.

Menurut Pak Camat, stunting atau pendek adalah status gizi yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan (pendek) berdasarkan parameter atropetri tinggi badan yaitu Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Hasil pengukuran berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted).

1. Stunting.1Jpg | Buliran.com
Foto Bersama – Peserta Sosialisasi Dan Penyuluhan Stunting Kelurahan Leuwinanggung Foto Bersama Sebelum Kegiatan Dimulai.

Jadi, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

“Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat lahir yang rendah, stimulasi dan pengasuhan anak kurang tepat, asupan nutrisi kurang, dan infeksi berulang serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Stunting terjadi dimulai dari janin dalam kandungan serta akan nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan zat gizi pada anak usia dini dapat meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah terserang penyakit, dan akan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa,” kata Eka Julistina SGZ saat memberikan paparan terkait stunting di acara sosialisasi dan penanggulangan stunting yang digelar Seksi Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan, Kelurahan Leuwinanggung.

Baca Juga   5 Rekomendasi Laptop dengan Kamera Terbaik

Eka menyebutkan, menurut BAPPENAS, stunting pada anak disebabkan oleh banyak faktor, yang terdiri dari faktor langsung maupun tidak langsung.  Mulai dari asupan gizi balita, penyakit infeksi, faktor ibu, faktor genetik, pemberian ASI ekslusif, ketersediaan pangan, faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan, pengetahuan gizi ibu sampai kepada faktor lingkungan.

Kasi Kemas Kecamatan Tapos, Hj Titin Sumarsih menambahkan, meskipun stunting termasuk persoalan yang kronis, namun pastinya stunting dapat dicegah dengan menggunakan beberapa upaya, antara lain dengan pemenuhan kebutuhan zat gizi ibu hamil. Ibu hamil perlu mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplementasi zat gizi (tablet zat besi), dan terpantau kesehatannya.

“ASI ekslusif sampai dengan usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan diberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. Memantau pertumbuhan balita di posyandu merupakan upaya strategis untuk mendeteksi terjadinya gangguan pertumbuhan,” jelasnya.

Hj Titin juga menyebutkan, akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Rendahnya sanitasi dan kebersihan lingkungan akan memicu gangguan saluran pencernaan yang membuat energi untuk pertumbuhan akan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi. Semakin lama menderita infeksi maka resiko stunting akan semakin meningkat.

Lurah Leuwinanggung, H Sanan Hidayat dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa mengatasi stunting tak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Namun harus melalui stakeholder lainnya yang bersinggungan dengan persoalan kesehatan masyarakat.

“Persoalan ini harus dikerjakan bersama dan melibatkan banyak pihak,” ucapnya.

Kasi Kemas dan Pelayanan Kelurahan Leuwinanggung, Wawan Setiawan secara khusus mengatakan, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting yang bisa diterapkan oleh orang tua agar anak tidak mengalaminya, yaitu:

  • Saat masa Kehamilan, disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Perlu juga memenuhi asupan nutrisi yang baik selama kehamilan. Dengan makanan sehat dan juga asupan mineral seperti zat besi, asam folat, dan yodium harus tercukupi.
  • Terapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
  • Imunisasi
  • ASI Eksklusif
  • Gaya Hidup Bersih dan Sehat
Baca Juga   Tertimbun Pakaian, Satu Keluarga Tewas

“Jangan biarkan masa depan anak hilang akibat stunting. Untuk itu, terapkan tips pencegahan yang telah disampaikan agar anak bisa memiliki tumbuh kembang yang optimal dan masa depan yang bahagia,” ucapnya mengakhiri. (ted)

 

 

Sosialisasi dan Penyuluhan Stunting