Idealnya di Kecamatan Tapos Ada Penambahan Pasar Rakyat

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Pasar.jpg | Buliran.com

BuliranNews, DEPOK – Dengan jumlah penduduk saat ini sebanyak 247.266 jiwa yang tersebar membujur dari utara ke selatan, Kecamatan Tapos idealnya memiliki lebih dari satu pasar rakyat yaitu Pasar Sukatani yang berada di Kelurahan Sukatani.

Jika dilihat dari peta wilayah, Pasar Sukatani berada di ujung utara Kecamatan Tapos atau tidak berada di tengah-tengah kecamatan tersebut. Ini tentunya sangat jauh untuk ditempuh masyarakat Tapos lainnya yang berada di Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Cilangkap, Leuwinanggung dan Jatijajar.

Akibatnya warga Cimpaeun, Tapos dan Cilangkap lebih senang beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya di Pasar Rakyat Cibinong. Masyarakat di Leuwinanggung memilih ke wilayah Gunung Putri, sementara yang berada di Kelurahan Jatijajar ke Pasar Pucung.

1.Pasar | Buliran.com
Pasar Siukatani – Pasar Sukatani Yang Merupakan Pasar Rakyat Satu-Satunya Di Belajan Timur Kota Depok Atau Di Kecamatan Tapos.

Meski hal ini telah cukup lama menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, namun sejauh ini belum ada pembicaraan ataupun usulan dari masyarakat dalam Musrenbang terkait pembangunan pasar rakyat tersebut.

“Berbicara tentang ideal tidaknya, tentu Pasar Sukatani secara letak tak ideal bagi masyarakat Tapos. Dan tentunya perlu pasar pendukung lainnya yang lebih dekat dengan mereka,” kata Camat Tapos, H Abdul Mutolib.

Meskipun persoalan tersebut dirasa cukup penting, namun sejauh ini kata Pak Camat belum ada pembicaraan ataupun usulan terkait pembangunannya dari masyarakat.

“Mungkin masyarakat paham kalau biaya pembangunan untuk sebuah pasar tidaklah sedikit dan ketersediaan lahan cukup menjadi sebuah persoalan di Kota Depok,” imbuhnya.

Ditanya lokasi yang ideal untuk keberadaan pasar rakyat tersebut, secara langsung Pak Camat menyebut di sekitar Terminal Jatijajar. Alasannya cukup sederhana, selain mudah dijangkau pun bisa mengoptimalkan fungsi terminal.

Warga Cilangkap, Fitriyati Sjahbirin yang ditanya pendapatnya terkait hal tersebut di atas menyebutkan sangat mendukung sekali. Apalagi kata dia, jika ada penambahan pasar rakyat di wilayah Tapos atau Depok, tentunya perputaran uang warga Depok tetap di Depok.

Baca Juga   Inflasi akan Makin Melambungkan Tiket Pesawat

“Selama ini saya selaku ibu rumah tangga kalau belanja sayuran lewat pedagang keliling. Tapi kalau keperluan lebih banyak, harus ke Cibimong. Tentunya ini merugikan daerah, kalau bagi kami selaku warga asyik-asyik saja. Namun kalau boleh berharap, tentunya lebih baik ada pasar rakyat baru di wilayah ini,” jelasnya. (ted)