Deretan Pemimpin Bengis dan Kejam di Seluruh Penjuru Dunia

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Kamboja | Buliran.com

SETIAP orang berharap mendapat pemimpin yang amanah dan menyejahterakan rakyatnya. Namun, orang-orang pada masa lalu tampaknya kurang beruntung. Mereka terpaksa hidup dengan pemimpin yang kejam, semena-mena, dan tidak manusiawi.

Pemimpin-pemimpin tersebut memang sudah meninggal, tetapi cerita tentang kesadisannya tak lekang oleh waktu. Penasaran, sekejam apa mereka?

1. Caligula

14.1 Caligula | Buliran.com

Nama lengkapnya adalah Gaius Caesar Augustus Germanicus, tetapi lebih dikenal sebagai Caligula. Ia merupakan kaisar Romawi ketiga yang memerintah dari tahun 37 hingga 41.

Mengutip Business Insider, Caligula tega menyingkirkan saingan politik dan memaksa orang tua mereka untuk menonton eksekusi. Ia juga sering memperkosa dan membunuh orang serta menjual saudara perempuannya kepada laki-laki. Bahkan, ia menyatakan dirinya sebagai Tuhan dan berhak berbuat apa pun!

2. Mehmet Talat Pasha

14.2 Mehmed Talaat Pasja | Buliran.com

Laki-laki kelahiran tahun 1874 ini merupakan tokoh utama dalam genosida Armenia. Dilansir Holocaust Encyclopedia, peristiwa berdarah ini setidaknya merenggut 664.000 hingga 1,2 juta nyawa manusia.

Sebagian besar tewas dalam penembakan massal, sisanya meninggal karena kelaparan, penyakit, dan dehidrasi. Selain itu, puluhan ribu anak-anak dipisahkan secara paksa dari keluarganya. Penduduk Armenia menyebut peristiwa ini medz yeghern (kejahatan besar) dan aghet (malapetaka).

3. Qin Shi Huang

14.3 Qin Shi Huang | Buliran.com

Qin Shi Huang merupakan pendiri dinasti Qin dan memerintah sebagai kaisar pertama dari tahun 221 hingga 210 sebelum Masehi (SM). Ia berjasa menyatukan China dan memerintahkan pembangunan Tembok Besar untuk mencegah serangan dari Mongol dan Manchu, mengutip China Highlights.

Namun, Qin Shi Huang punya sisi gelap. Setiap kali ia menangkap orang dari wilayah lain, mereka dikebiri dan dijadikan budak. Bahkan, pada orang yang mengancam kaisar atau negara, hukumannya adalah dipenggal, direbus dalam kuali, atau ditarik oleh kereta kuda hingga tangan dan kakinya terputus.

Baca Juga   Wajib Tahu, Ini 7 Cairan yang Mematikan dan Paling Ditakuti Manusia

4. Genghis Kahn

14.4 Genghis Kahn | Buliran.com

Nama aslinya adalah Temujin dan ia lahir di tahun 1162. Pada tahun 1206, ia mendapatkan nama kehormatan “Genghis Kahn” ketika dirinya dinyatakan sebagai pemimpin bangsa Mongol, dilansir History.

Diperkirakan, sekitar 20-40 juta orang atau 5-10 persen populasi dunia pada saat itu terbunuh karena serangan Genghis Kahn. Ia dan pasukannya membasmi penduduk kota atau negara yang menentangnya.

5. Timur

14.5 Timur | Buliran.com

“Timur” dalam namanya bukan berarti arah mata angin, melainkan “besi”. Pendiri kekaisaran Timurid ini bertanggung jawab atas kematian 17 juta orang, yang kebanyakan direnggut nyawanya dengan pedang atau api.

Seperti apa bentuk kekejamannya? Timur dan pasukannya tak segan-segan membunuh, memperkosa, atau membuat musuhnya menjadi budak. Bahkan, tega menyemen tahanannya hidup-hidup!

6. Leopold II

14.6 Leopold Ii | Buliran.com

Laki-laki berjenggot tebal ini adalah Raja Belgia kedua yang memimpin pada tahun 1865 hingga 1909. Ia “mendirikan” Negara Bebas Kongo lalu menjadikan penduduk negara tersebut sebagai budak untuk mendapatkan gading dan karet.

Imbasnya, jutaan orang mengalami kelaparan dan angka kelahiran anjlok karena laki-laki dan perempuan dipisah. Bahkan, jika pekerja (yang merupakan orang tua) tidak mendapatkan cukup karet, tangan anaknya akan dimutilasi!

7. Vladimir Lenin

14.7 Vladimir Lenin | Buliran.com

Berikutnya adalah Vladimir Lenin, seorang revolusioner dan politisi Rusia. Di bawah pemerintahannya, Rusia dan Uni Soviet menjadi negara sosialis satu partai yang diperintah oleh Partai Komunis.

Mau tahu kekejaman Lenin? Ia memerintahkan pembentukan Cheka, organisasi polisi rahasia yang bertanggung jawab atas berbagai kekejaman. Seperti melempari korbannya dengan batu sampai mati, menguliti, dan mencelupkan ke dalam air mendidih. Jumlah korban diperkirakan antara 12.000 hingga 200.000 orang.

8. Benito Mussolini

14.8 Benito Mussolini | Buliran.com

Benito Mussolini adalah pendiri dan pemimpin Partai Fasis Nasional Italia. Pada tanggal 31 Oktober 1922, ia diangkat menjadi Perdana Menteri. It’s a bad idea, karena ia menjadi diktator dan bercita-cita untuk menciptakan negara totaliter.

Baca Juga   Mengenal Negara-Negara Tanpa Masjid

Mussolini menghukum musuhnya dengan mengikatnya di kursi, memaksa mereka membuka mulut, lalu menuangkan minyak jarak atau castor oil. Ini membuat musuhnya mengalami diare hebat dan berujung pada kematian.

9. Joseph Stalin

14.9 Joseph Stalin | Buliran.com

Joseph Stalin memimpin Uni Soviet sejak tahun 1922 hingga kematiannya pada tahun 1953. Selama pemerintahannya, didirikan kamp kerja paksa yang disebut Gulag. Separah apa kondisi di sana?

Tahanan dipaksa bekerja hingga 14 jam sehari, bahkan dalam cuaca ekstrem. Banyak yang meninggal karena kelaparan, penyakit, atau kelelahan. Kondisi Gulag sangat tidak sehat, terlalu padat, dan penuh kekerasan. Bahkan, sekitar 10 persen penghuni Gulag dibunuh begitu saja.

10. Adolf Hitler

14.10 Adolf Hitler | Buliran.com

Siapa yang tidak tahu Adolf Hitler? Ia adalah diktator Jerman dari tahun 1933 hingga kematiannya pada tahun 1945 sekaligus pemimpin Partai Nazi. Ia juga memulai Perang Dunia II dengan menginvasi Polandia pada 1 September 1939.

Adolf Hitler dikenal menganut paham antisemitisme, yang didefinisikan sebagai “prasangka, permusuhan, dan diskriminasi terhadap orang Yahudi”. Ia melakukan holocaust, yaitu genosida terhadap enam juta orang Yahudi Eropa.

11. Mao Zedong

14.11 Mao Ze Dong | Buliran.com

Mao Zedong merupakan pendiri Republik Rakyat China (RRC). Ia juga merupakan pemimpin Partai Komunis China sejak tahun 1935 hingga kematiannya pada tahun 1976. Tak dapat dimungkiri bahwa ia adalah salah satu tokoh komunis paling berpengaruh di era Perang Dingin.

Mengutip The Heritage Foundation, Mao Zedong merupakan pembunuh massal terbesar di abad ke-20. Diperkirakan 65 juta rakyatnya meninggal karena kelaparan, disiksa, atau dieksekusi. Selain itu, kepemilikan pribadi seperti rumah, tanah, dan harta benda rakyatnya diambil paksa.

12. Idi Amin

14.12 Idi Amin | Buliran.com

Terakhir adalah Idi Amin, yang awalnya merupakan seorang perwira militer dan politikus Uganda. Kemudian, pada tahun 1971 hingga 1979 ia menjabat sebagai presiden ketiga Uganda (negara di Afrika bagian timur).

Baca Juga   Berdasarkan Sejarah dan Peradaban, Ini 11 Negara Tertua di Dunia

Kekejaman Idi Amin seperti di luar nalar. Selama pemerintahannya, ia telah membunuh sekitar 300.000 hingga 500.000 orang. Selain itu, ia mengaku kanibal dan berkata: “Saya sudah pernah makan daging manusia. Rasanya sangat asin, bahkan lebih asin daripada daging macan tutul.”

13. Pol Pot

14.13 Pooplpot | Buliran.com

Pol Pot, yang bernama asli Saloth Sar, diyakini dia ingin mengembangkan komunisme ekstrem. Rezim Pol Pot ingin membangun segala sesuatunya dari awal. Maka, pada 17 April 1975, Kamboja diproklamasikan Pol Pot sebagai negara baru. Ia menyebut tahun 1975 sebagai “Year Zero”. Segala sesuatunya ingin dibangun dari titik nol.

Pol Pot memproklamasikan 17 April 1975 sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day) dari rezim Lon Nol yang buruk dan korup. Ternyata, pembebasan yang dijanjikan Pol Pot justru merupakan awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja.

Banyak tentara Khmer Merah akhirnya menyadari ada yang salah dari ideologi komunis ala Pol Pot. Mereka melarikan diri dari Kamboja dan bergabung dengan pasukan Vietnam untuk menggulingkan rezim brutal itu.

Pol Pot jatuh di tangan tentaranya sendiri yang membelot ke Vietnam. 7 Januari 1979 adalah hari pembebasan dari cengkeraman rezim Khmer Merah. Banyak tentara Khmer Merah yang diperkenankan bergabung dengan pemerintahan Kamboja pasca Pol Pot. PM Hun Sen, misalnya, dulu adalah deputi komandan resimen Khmer Merah. Tetapi, ia kabur ke Vietnam pada 1977. ***