Tak Selamanya Perasaan Cemburu Hadirkan Dampak Negatif

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Cemburu | Buliran.com

PERASAAN cemburu merupakan rasa yang sering kali muncul dalam diri setiap orang terutama bagi mereka yang sudah berpasangan.

Entah masih pacaran ataupun sudah menikah.Sebagai sesuatu yang dianggap lumrah terjadi, rasa cemburu sering kali disalahartikan oleh sebagian besar orang.

Tidak semua orang bisa memaknai rasa cemburu sebagai sesuatu yang bernilai positif dan sangat diperlukan dalam sebuah hubungan.

Dengan adanya perasaan cemburu, kita sejatinya jangan sampai terjebak dalam pemahaman yang keliru. Sebab jika berlebihan, maka dia akan menjadi racun pengacau bagi hubungan yang sudah terjalin cukup lama sekalipun.

Fakta yang jarang kita ketahui tentang perasaan cemburu ini adalah soal dampak positifnya bagi sebuah hubungan.

Selama ini, kita selalu beranggapan bahwa cemburu itu berkonotasi negatif sehingga sering selalu dihindari dan bahkan disimpan saja dalam hati sampai membuat perasaan tidak nyaman dan berujung pada rusaknya sebuah hubungan.

Menurut psikolog Ratih Ibrahim, cemburu adalah bagian dari rasa, perasaan “a feeling, not a taste” yang merupakan bagian dari emosi negatif pada manusia.

Perasaan ini bersaudara sepupu dengan iri dan dengki, dan biasanya muncul lantaran ada rasa “tidak aman” atas kepemilikan relasional yang terusik.

Cemburu bisa terjadi di antara kekasih, suami atau istri, saudara, atau teman terhadap yang lain.

Anggapan kalau cemburu adalah bagian dari cinta adalah benar, karena cemburu biasa menyertai rasa cinta, akibat dari merasakan hak kepemilikan atas pasangan.

Apa Sebenarnya Rasa Cemburu?

Jadi bisa dibilang cemburu dan cinta tergolong timbal balik sifatnya. Ketika rasa pemilikan terganggu maka timbul rasa insecure (tidak aman) karena takut kehilangan pasangan yang ujung-ujungnya memicu perasaan cemburu.

“There’s something within ourself” yang disebut alarm mechanism yang memberikan peringatan potensi akan munculnya pihak ketiga.

Baca Juga   Lagi Hujan? Panaskan dengan Drama Korea Terbaru yang Penuh Romantisme

Satu hal yang perlu diingat, cemburu bukanlah iri. Karena iri adalah keinginan untuk memiliki sesuatu yang belum diperoleh. Sementara cemburu adalah rasa takut untuk kehilangan apa yang sudah dimiliki.

Cemburu Menurut Para Ahli

Perasaan cemburu yang tidak ditangani dengan baik akan melebar dan menyebabkan konflik berkepanjangan. Namun di balik dampak negatifnya, ternyata rasa cemburu juga bisa mendatangkan dampak positif dalam sebuah hubungan asmara.

Dilansir dari Men’s Health, Sabtu 15 Juni 2019, sebuah penelitian yang dipimpin Adam Davis menganalisis dampak tipe cemburu terhadap kecenderungan seseorang bertahan dengan pasangannya.

Hasil penelitian Davis mengungkapkan bahwa satu tipe rasa cemburu ternyata memiliki dampak baik, akan tetapi hanya untuk satu gender.

Tipe cemburu tersebut, kata dia, yakni tipe reactive yang memiliki dampak positif pada perempuan.

Menurut Davis, perempuan yang mengalami tipe rasa cemburu ini biasanya lebih sering mengeluarkan perilaku positif terhadap pasangan seperti memuji pasangan.

Tipe rasa cemburu ini bisa memberikan manfaat untuk kesehatan dan kekuatan hubungan romantis.

Dari hasil penelitian tersebut dapat kita simpulkan bahwa rasa cemburu itu tidak melulu memberi efek negatif dalam hubungan asmara. Bisa saja, perasaan tersebut malah makin mempererat hubungan kita dengan pasangan. Terutama bagi perempuan.***