Ini Dia, Deretan Hacker Kelas Kakap yang Paling Berbahaya di Dunia

Avatar Of Teddy Chaniago
6. Hacker | Buliran.com

HACKER BJORKA kini tengah menjadi perbincangan hangat publik karena aksinya membongkar data-data pemerintah. Namun rupanya Bjorka bukan satu-satunya hacker paling berbahaya di dunia. Sebab, masih ada hacker lain yang begitu ditakuti di dunia.

Hacker sendiri adalah serangan berbahaya pada sistem PC yang dikenal sebagai cracking. Sedangkan pada saat yang sama hacking merupakan tindakan yang mengarah ke kebaikan.

Tapi, sebagian besar individu non-teknis gagal membuat diferensiasi tersebut. Peretasan terhadap sistem PC ini kerap dilakukan lewat skrip atau pemrograman sistem lainnya. Program ini biasanya memanipulasi data lewat koneksi jaringan.

Sejumlah peretas yang sangat terampil biasanya bekerja untuk perusahaan Bisnis dan lembaga pemerintah dengan pekerjaan untuk melindungi perangkat lunak itu dan data pemerintah dari peretas musuh. Untuk itu, berikut ulasan mengenai hacker paling berbahaya di dunia seperti dirangkum dari whatinsider.com.

1. Kevin Mitnick

10. Hacker Kevin Mitnick | Buliran.com

Dia dikenal sebagai peretas mitologis yang meretas sistem saat dia baru berusia 16 tahun. Pada satu titik dia melarikan diri dan menjadi buron selama lebih dari dua tahun, dan sepanjang waktu meretas jaringan, mencuri kata sandi, menyalin perangkat lunak dengan pemilik yang sangat berharga dan biasanya mengakibatkan masalah.

Mitnick merupakan inspirasi dibalik film ikonik ‘War Games’. Dia kini menjalankan perusahaan keamanan sendiri. Ia masih dikenal sebagai hacker terbaik di dunia yang selalu mengatakan dia melakukannya untuk bersenang-senang ketimbang untuk uang. Pekerjaannya saat ini dibayar banyak uang oleh sebuah perusahaan.

2. Julian Assange

11. Julian Assange | Buliran.com

Julian Assange dikenal sebagai hacker tanggung di usianya yang masih muda. Jauh sebelum Assange menjadi musuh untuk Amerika Serikat, dia memperlihatkan diri sebagai musuh dari semua jenis institusi. The Guardian menulis fitur panjang mengenai kehidupan peretas ini sebagai seorang pemuda.

Baca Juga   Dua Mantan Bos WhatsApp Buat Jejaring Sosial HalloApp

The Guardian mengatakan bahwa ia menjalani 37 sekolah berbeda dan keluar tanpa kualifikasi. Dia membantu untuk menulis buku “Tales of Hacking, Madness & Obsession on the Electronic Frontier” tahun 1997 silam yang membuktikan bahwa dia adalah seorang hacker paling berbahaya dan jenius.

3. Jonathan James

12. Jonathan James | Buliran.com

Jonathan James merupakan sosok yang mengakibatkan kerusakan serius dan meledakkan pikiran para ahli keamanan. Ketika itu, James masih berusia 15 tahun dan berhasil meretas sistem sekolah lokalnya. Namun, itu baru permulaan. Di usia yang sama, ia berhasil meretas Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan mendapatkan banyak informasi.

Ia bahkan bisa mengetahui siapa saja yang dipekerjakan di sana. Pemuda yang berasal dari Florida itu benar-benar jenius dan dia juga memutuskan untuk meretas NASA. Dia mengunduh informasi yang berhubungan dengan cara kerja Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan data tersebut mempunyai nilai US$1,7 juta.

4. Yu Pingan

13. Yu Pingan | Buliran.com

John MacAfee menyebut bahwa peretasan oleh Yu Pingan tahun 2015 merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dilakukannya. Peretasan ini dikenal dengan peretasan OPM (Officw of Personnel Management), orang di belakangnya sukses memperoleh informasi mengenai setiap orang atau konsultan yang bekerja untuk pemerintah AS selama 50 tahun belakangan.

Ia bahkan berhasil mempunyai seluruh informasi mengenai staf rahasia, seperti CIA, FBI yang menyamar, dan semua jenis operator khusus. Tahun 2017, seorang warga negara China bernama Yu Pingan ini ditangkap karena peretasan itu. Ia didakwa dengan Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer dan konspirasi untuk menipu AS.

5. Garry McKinnon

14. Garry Mckinnon | Buliran.com

Pemuda Skotlandia ini melangkah lebih jauh dan dia merupakan sosok dibalik peretasan komputer militer terbesar sepanjang masa. Ia menyebut dirinya Solo, dikatakan bahwa antara Februari 2001 dan Maret 2002, ia meretas hampir 100 komputer militer NASA dan AS.

Baca Juga   Hati-hati bagi Pengguna Android, Ini malware yang bisa Menyerangnya!

Disebutkan dia berhasil melumpuhkan militer untuk sementara waktu dan membuat komputer yang begitu penting dipakai untuk mengendalikan bagian-bagian angkatan bersenjata sama sekali tak bisa dioperasikan. Tindakan ini tentu saja membuat masalah besar. ***