Berhubungan Seks Saat Usia 50 Tahun ke Atas, Begini Caranya

Avatar Of Teddy Chaniago
9. Seks | Buliran.com

SEIRING bertambah usia, organ tubuh juga ikut menua. Hasrat untuk melakukan hubungan seksual pun mungkin tak sama seperti saat muda. Tetapi, bukan berarti saat usia lanjut tidak bisa berhubungan seks lagi dengan pasangan.

Dikutip dari The List, seksolog Singapura Dr. Jess O’Reilly menjelaskan bagaimana berhubungan seks seharusnya dilakukan ketika usia mulai lanjut atau di atas 50 tahun.

Apakah normal hasrat seks menurun saat tua?

Penurunan kepuasan seksual adalah hal yang lumrah bagi wanita di atas usia 50 tahun. Karena itu penting mempertimbangkan secara mendalam apa arti seks bagi Anda. Juga bisa dengan “menyetel kesenangan” di bagian lain. Misalnya, menemukan sensualitas dalam makanan, musik, dan seni.

Apakah gerakan seks saat usia tua berbeda saat masih muda?

Dengan memperhitungkan fluiditas orientasi seksual dan gender, tindakan seks dapat didefinisikan lebih akurat sebagai sentuhan yang melibatkan bagian tubuh seksual yang terjadi dengan pasangan. Lebih penting lagi, semua tindakan ini sama-sama seks, tidak peduli siapa yang lebih dominan, apakah laki-laki ataupun perempuan.

Bolehkah tetap eksplorasi gaya seks saat sudah tua?

Juga penting untuk eksplorasi ini. Pengalaman negatif dengan seks dapat membentuk preferensi dan keinginan seksual Anda. Saya mendorong semua orang untuk mempertimbangkan beberapa pertanyaan mendasar: “Seberapa penting seks bagi Anda? Apa manfaat yang Anda peroleh dari seks?” Benar-benar memahami jawabannya dapat membantu Anda menemukan kesenangan terbesar dalam seks dalam hidup Anda saat ini dan seterusnya.

Ditambah lagi, semakin banyak Anda tahu tentang apa yang diinginkan dan apa yang ingin dinikmati, semakin besar kemungkinan Anda dan pasangan menikmati seks. Menjelajahi ide-ide mendalam tentang kepuasan dan penemuan seksual dapat membantu Anda memperjelas kebutuhan, batasan, dan perasaan Anda tentang seks.

Haruskah membicarakan seks lagi dengan pasangan?

Baca Juga   Jangan Abai! Ini Dia Ciri-ciri Diabetes

Komunikasi memberikan kesempatan yang sempurna untuk mempelajari apa yang pasangan rasaka dalam seks. Dialog terbuka semacam ini dapat memungkinkan untuk mengartikulasikan kebutuhan masing-masing juga untuk menetapkan batasan yang sehat untuk kenikmatan seksual. (*/sra)