Pengurus Induk Keluarga Minangkabau Jangan Berpolitik Dua Kaki dan Mencari Hidup di Organisasi

Avatar Of Teddy Chaniago
2. Sekjen.jpg | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Sebuah organisasi atau kelembagaan akan besar jika semua elemen yang ada di organisasi itu, bisa bergerak selaras dan saling bersinergi serta saling support dalam mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Saling menjatuhkan dan jauh dari kebersamaan, tentunya bukan cara yang patut dan elegan untuk dikedepankan.

Karenanya, seluruh jajaran kepengurusan DPP Induk Keluarga Minangkabau yang baru saja dikukuhkan pekan lalu oleh ketua umum DPP Induk Keluarga Minangkabau, Komjen Pol DR Boy Rafli Amar SH MH Dt Rangkayo Basa, diharapkan bisa saling merangkul semua elemen masyarakat Minang dimanapun berada.

“Jangan ada persaingan yang tidak sehat antar sesama pengurus dengan tujuan tertentu. Mari kita bangun kebersamaan dan saling besinergi. Mari tinggalkan pola lama dalam berorganisasi,” kata Sekretaris Jenderal DPP Induk Keluarga Minangkabau, Hj Bundo Yemmelia.

Disebutkan, Minangkabau Untuk Indonesia mengandung arti yang sangat dalam. Dimana untuk mewujudkan hal itu, semua elemen di kelembagaan DPP Induk Keluarga Minangkabau diharapkan sudah mulai merancang kegiatan dan program yang berdampak positif terhadap masyarakat Minang dan masyarakat lainnya, dimanapun berdomisili.

Terkait dengan pengurus yang masih berpijak di dua kaki, secara tegas Bundo Im mengingatkannya untuk segera memilih. Agar organisasi yang dimasuki semakin kuat. Dengan politik dua kaki, selain kinerja tak akan bagus, juga akan membuat fokus menjadi terbelah.

“Pengurus DPP Induk Keluarga Minangkabau harus fokus pada DPP Induk Keluarga Minangkabau saja. Jangan rangkap jabatan dengan juga menjabat sebagai pengurus lainnya di tingkat DPW, DPD atau DPC. Namun untuk keorganisasian lainnya, silahkan saja,” kata Bundo Im mengingatkan.

Dikatakan pula, kelembagaan Induk Keluarga Minangkabau, seperti yang dikatakan oleh Ketua Pendiri DPP Induk Keluarga Minang, Mayjen (Purn) M.Fuad Basya, harus bisa dijalankan seluruh pengurus dan warga Induk Keluarga Minangkabau lainnya.

Baca Juga   Padusi Minangkabau, Kekuatan Besar untuk Membangun Sumatera Barat

“Harus diingat, Induk Keluarga Minangkabau tidak membujuk atau merayu masyarakat Minang lainnya untuk bergabung. Kalau ingin bergabung dengan Induk Keluarga Minangkabau, harus atas kesadaran sendiri dan punya niat tulus untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini dengan cara bergotong royong,” lanjut Bundo Im, menirukan seruan dari M Fuad Basya.

Hal lain yang tak kalah penting harus diingat oleh warga Induk Keluarga Minangkabau terutama jajaran kepengurusan, kata Bundo adalah tidak mencari hidup dalam organisasi àkan tetapi bagaimana menghidupkan organisasi.

“Kalau organisasi sudah besar, pasti semua akan merasakan dampaknya,” katanya diplomatis. (ted)