Budaya  

Guyub untuk Membangun Cimpaeun Lebih Baik

Avatar Of Teddy Chaniago
3.1 Lpm.jpg | Buliran.com

KEBERSAMAAN tentunya menjadi sebuah kata kunci untuk membangun sebuah daerah. Kebersamaan, selain akan menciptakan keakraban dan kekompakan, pastinya juga akan melahirkan harmonisasi semua elemen di wilayah bersangkutan.

Ibarat sebuah mesin, pergerakannya baru akan menghasilkan sebuah produk, jika semua elemen yang ada di mesin itu berfungsi secara baik dan bisa bergerak dinamis secara bersamaan.

Kota Depok yang budayanya terbelah menjadi dua akar budaya besar yaitu Sunda dan Betawi, pun mewarisi sebuah tradisi untuk membangun kebersamaan tersebut dalam bentuk guyub.

Guyub tak hanya berupa kerja bhakti atau pesta rakyat semata, namun juga guyub untuk memecahkan sebuah persoalan sehingga lebih mudah diselesaikan.

3. Nuryadin.jpg | Buliran.com
Guyub – Ketua Lpm Cimpaeun Nuryadin, Tak Hanya Menghadirkan Guyub Dalam Bentuk Kegiatan. Makan Siang Pun Selalu Diupayakannya Secara Guyub.

“Guyub memang sebuah tradisi yang senantiasa harus dipelihara, melalui kebersamaan itu, pastinya akan banyak hal positif yang akan lahir dan bisa dikerjakan,” kata ketua LPM Kelurahan Cimpaeun, Nuryadin.

Nuryadin yang juga tokoh masyarakat di wilayah tersebut, sangat memahami, hanya dengan membangun keguyuban semua persoalan akan lebih mudah dicarikan jalan keluarnya.

“Ibarat kata, dengan guyub, tak akan ada keruh yang takkan jernih dan takkan ada kusut yang takkan selesai. Saya dalam banyak kesempatan, selalu menekankan akan pentingnya membangun kebersamaan dalam bentuk keguyuban ini,” ucapnya serius.

Nuryadin tak hanya menjadikan itu sebagai sebuah cerita saja, namun benar-benar menjadikannya sebagai sebuah bagian dalam kehidupannya. Diantaranya membangun kebersamaan dalam bentuk makan siang bersama di kantin pojok Kelurahan Cimpaeun ataupun mengajak sejumlah tokoh untuk berdiskusi di ruang kerjanya.

“Banyak keuntungan dengan membangun keguyuban itu, karenanya jangan pernah ragu dengan budaya tersebut. Mari kita pelihara, kita jaga dan kita warisi kepada generasi mendatang,” tambahnya. (teddy)

Baca Juga   Deretan Senjata Tradisional Paling Mematikan di Dunia