Istana Republik Irak Diserbu!

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Istana | Buliran.com

BuliranNews, BAGHDAD – Kerusuhan melanda Irak. Puluhan pendukung ulama kuat di negeri itu, Moqtada Sadr, meyerbu Istana Republik, Senin sore waktu setempat.

Para pengunjuk rasa marah tak lama setelah Sadr mengatakan dia berhenti dari politik. Ini membuat loyalisnya menggeruduk bangunan seremonial di dalam Zona Hijau Baghdad, tempat kantor pemerintahan dan perwakilan negara di negeri itu.

Hal ini membuat tentara turun. Militer mengumumkan jam malam di seluruh Baghdad sejak pukul 15.30 waktu setempat.

“Jam malam penuh di ibu kota Baghdad mempengaruhi semua kendaraan dan warga,” kata Komando Operasi Gabungan dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Selasa (30/8).

Dalam update-nya, sumber-sumber medis mengatakan setidaknya 15 pendukung Sadr ditembak mati di Zona Hijau Baghdad. Sekitar 350 pengunjuk rasa terluka, beberapa terkena peluru dan lainnya karena menghirup gas air mata.

Sadr sendiri berhenti setelah kebuntuan politik selama hampir setahun. Kebuntuan itu membuat Irak terjerumus dalam kekacauan tanpa pemerintahan baru.

“Saya telah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam urusan politik. Oleh karena itu saya mengumumkan sekarang pensiun definitif saya,” kata Sadr sebelumnya.

Setelahnya, ia menutup semua institusi yang terkait dengan gerakan Sadris miliknya. Kecuali makam ayahnya, yang dibunuh pada 1999 dan fasilitas warisan lainnya.

Sadr adalah seorang pemain lama di kancah politik Irak. Namun ia memang tidak pernah memegang jabatan pemerintah.

Sejak pemilihan legislatif pada Oktober tahun lalu, kebuntuan politik telah meninggalkan negara itu tanpa pemerintahan baru. Ketidaksepakatan antara faksi-faksi mengenai pembentukan koalisi membuat kosong perdana menteri atau presiden.

Blok Sadr muncul dari pemilihan tahun lalu sebagai yang terbesar, dengan 73 kursi. Tetapi bukan mayoritas. (*/sef/cic)

 

Baca Juga   Was-Was Terinfeksi Omicron? Ini Cirinya