Piala AFF U-16, Lagi-Lagi Nabil Asyura Jadi Pahlawan

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Nabil | Buliran.com

BuliranNews, SLEMAN“Tetap semangat, fokus, ingat kesusahan kita mengurus keberangkatan Nabil. Tidak ada kata kalah nanti malam Nak. Berbuatlah untuk Sumatera Barat dan Indonesia Raya, sambil penonton bergema di seluruh penjuru Indonesia. (B) Apak nanti malam, ingin melihat Nabil dan Ikram menangis bahagia Nak. Semoga kalian mendengar,” itulah petikan Whats App yang dikirimkan pelatih PPLP Sumatera Barat, Coach Dedi Umar kepada M Nabil Asyura, pagi sebelum pertandingan semi final antara Indonesia versus Myanmar dilaksanakn.

Coach Dedi Umar yang kondisinya masih lemah pasca sakit beberapa hari lalu, melanjutkan pesan serupa yang berisi pemantik semangat kepada Ikram Al Ghiffari.

“(B) Apak ingin melihat Ikram nanti malam menangis bahagia. Tidak ada cerita kalah nanti malam, Nak. Ingat, ribuan atau jutaan pasang mata akan mengiringi perjuangan kalian. (B) Apak ingin kalian menang nanti malam,” lanjutnya.

Dan hasilnya, doa dan harapan yang dikirim coach Dedi Umar dari Ranahminang membuahkan hasil. Kedua anak didiknya dan personil Timnas U-16 Indonesia benar-benar menangis bahagia setelah tim asuhan Coach Bima Sakti itu berhasil melangkah ke babak final setelah mempecundangi Myanmar dengan skor 1-1 (5-4).

Persis sama saat mengalahkan Vietnam di penyisihan grup, Muhammad Nabil Asyura kembali menjadi pahlawan saat dia berhasil menyarangkan tendangan kerasnya ke pojok kiri gawang Myanmar yang dijaga Sai Thi Ha Naing.

 

1. Coach Dedi.jpg | Buliran.com
Whats App Pelatih Pplp Sumbar, Coach Dedi Umar Kepada Ikram Alghifari.
1.0 Coach Dedi.jpg | Buliran.com
Whats App Pelatih Pplp Padang, Coach Dedi Umar Kepada Muhammad Nabil Asyura

 

Tampil dihadapan ribuanĀ  suporter tuan rumah, timnas U-16 Indonesia tampil menekan sejak awal untuk mencari gol pembuka. Timnas U-16 Indonesia membuka peluang pertamanya di menit kelima lewat tembakan jarak jauh Muhammad Kafiatur Rizky, namun sepakannya masih melambung.

Timnas U-16 Indonesia hampir kecolongan di menit ke-15, jika saja sepakan dari Kalung Htet tidak dapat dimentahkan oleh Andhika Fathir. Sampai dua puluh menit pertama berlalu, timnas U-16 Indonesia masih belum mampu menembus rapatnya taktik parkir bus Myanmar.

Baca Juga   Super Witan di Piala Slovakia

Timnas U-16 Indonesia hampir saja membuka keunggulan lewat situasi tendangan bebas yang berhasil disambut oleh Sultan Zaky di menit ke-17. Namun sundulannya masih menyamping dari sisi gawang timnas U-16 Myanmar.

1.1 Nabil.jpg | Buliran.com
Kompak – Penyerang Timnas U-16 Indonesia,, Muhammad Nabil Asyura (Kanan), Terlihat Sangat Kompak Bersama Ikram Alghifari (Kiri), Penjaga Gawang Timnas U-16.

Timnas U-16 Indonesia juga mendapatkan peluang lewat sepakan jarak jauh Narendra Tegar Islami di menit ke-19. Namun sepakan Tegar hanya menghasilkan tembakan penjuru, karena membentur bek dari Myanmar.

Sultan Zaki kembali meneror Myanmar lewat situasi bola udara dimenit ke-21, sayangnya masih melambung diatas gawang Myanmar. Sampai tiga puluh menit berlalu, timnas U-16 Indonesia masih kesulitan menembus rapatnya pertahanan Myanmar. Myanmar bertahan dengan menumpuk 8-9 pemain di depan gawang sendiri sepanjang babak pertama.

Pada menit ke-31, Myanmar hampir saja membuka keunggulan lewat sepakan jarak dekat Kaung Htet. Namun tembakan dari Kaung masih menyamping dari gawang timnas U-16 Indonesia.

Pada menit ke-35, timnas U-16 Indonesia kembali meneror melalui bola udara. Kali ini, bola tersebut mengenai Muhammad Kafiatur Rizky, sayang sentuhannya belum menemui sasaran. Skor masih 0-0 untuk kedua tim.

Bukannya mendapatkan gol, timnas U-16 Indonesia harus kebobolan lewat antisipasi tidak sempurna Andhika Fathir di menit ke-44. Tangkapan tidak sempurna Andhika berhasil dimanfaatkan Nay Min Htet jadi gol di menit ke-44. Tidak ada peluang yang tercipta di sisa waktu babak pertama, skor tetap 0-1 untuk Myanmar.

Di babak kedua, Timnas U-16 Indonesia meningkatkan intensitas serangan usai tertinggal satu gol di babak pertama. Timnas U-16 Indonesia hampir menyamakan kedudukan lewat sepak pojok di menit ke-50. Sayang tandukan Sultan Zaki masih melambung diatas gawang Myanmar.

Arkhan Kaka juga hampir saja menyamakan kedudukan buat timnas U-16 Indonesia memanfaatkan umpan silang di menit ke-55. Namun, sundulannya masih melambung dari atas gawang Myanmar.

Baca Juga   Rio Waida Melaju ke Babak Kedua Shortboard Olimpiade Tokyo 2020

Timnas U-16 Indonesia kembali gagal mencetak gol usai tendangan bebas Figo Dennis masih dapat ditangkap oleh kiper Myanmar di menit ke-65.

Akhirnya, setelah berbagai upaya bertubi-tubi yang dilakukan timnas U-16 Indonesia membahkan hasil di menit ke-69. Melalui situasi tembakan bebas, Riski Afrisal berhasil memperdaya penjaga gawang Myanmar. Skor berubah jadi 1-1.

Nabil Asyura berhasil mendapatkan peluang emas usai memanfaatkan kemelut di lini pertahanan Myanmar di menit ke-77. Sayang sepakan keras Nabil Asyura masih ditepis kiper Myanmar.

Muhammad Kafiatur Rizky juga hampir saja membuat timnas U-16 Indonesia melalui sepakan jarak jauh. Sayang sepakan kerasnya masih menyamping dari gawang Myanmar.

Muhammad Nabil Asyura hampir membuat timnas U-16 Indonesia berbalik unggul, namun sepakannya masih membentur mistar gawang. Skor masih 1-1 untuk kedua tim.

Di sisa waktu, tidak ada peluang terbaik untuk kedua tim, sehingga pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Hingga waktu normal 90 menit berakhir, skor kedua tim tetap 1-1. Dimana Myanmar melalui sepakan Nay Min Htet di menit 43 yang dibalas Riski Afrisal di menit 69.

Pada babak adu penalti, akhirnya Timnas Indonesia berhasil unggul dari Myanmar setelah semua algojonyo berhasil menunaikan tugas dengan sempurna. Sementara Myanmar gagal pada tendangan keempat yang dilakukan oleh kapten tim, Lin Htet Oo. Dengan hasil akhir ini, maka Timnas Indonesia berhak melaju ke Final Piala AFF U16 2022 dan melawan Timnas Vietnam.

Susunan Pemain: :

Timnas U-16 Indonesia: 28-Andika Fatir Rachman (PG), 2-Ridzjar Nurviat Subagja, 8-Arkhan Kaka Purwanto, 9-Muhammad Kafiatur Rizky, 12-Narendra Tegar Islami, 14-Sulthan Zaky Pramana, 15-Muhammad Sultan Akbar, 17-Muhammad Nabil Asyura, 20-Habil Abdullah Yafi, 21-M. Iqbal Gwijangge (Kapten), 25-M. Riski Afrisal

Baca Juga   Melawan Galatasaray di Camp Nou, Barcelona Hanya Imbang

Cadangan: 1-Ikram Algifari (PG), 3-Fadel Ahmad Arrafi, 4-Mohammad Andre Pangestu, 5-Muhammad Ridho Al Ikhsan, 7-Figo Dennis Saputrananto, 10-Ji Da Bin, 16-Muhammad Yanuar Sanusi Pallaraeng, 19-Achmad Zidan Arrosyid, 22-Arjuna Tri Wahyudi, 23-Femas Aprian Crespo, 24-Ibnu Yazid Al Mustaufiz, 26-Waily Marifat

Pelatih: Bima Sakti

Myanmar: 18-Sai Thi Ha Naing (PG), 3-Thura Zaw, 5-Han Tun Zaw, 9-Shine Wanna Aung, 11-Nay Min Htet, 12-Myat Phone Khant, 13-Khon Cho Htoo, 15-Htoo Wai Yan, 19-Lin Htet Oo (Kapten), 23-Kaung Htet, 25-Kaung Hiet, 25-Aung Zaw Myo

Cadangan: 1-Myint Myat Yan Naung, 2-Nay Lin Htet, 4-Kaung Khant Zaw, 7-Aung Kaung Khant, 8-Wai Lyan Shine, 10-Sai Zayar Kyaw, 16-Nay Lin Tun, 17-Saw Myo Zaw, 20-Brang Don Le, 21-Naing Lar, 22-Pyae Sone Aung, 27-Han Htet Oo

Pelatih: Aung Zaw Myo. (*/btn/ted)