Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Sambo | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA  –  Teka teki penyebab kematian Brigadir J terus menyimpan kejutan. Kali ini, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo yanfg tak lain adalah atasan korban, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka baru dalam kasus pembunuhan yanfg sangat mengejutkan tersebut.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tadi sore (9/8) mengumumkan langsung perihal keterlibatan jenderal bintang dua tersebut dari Mabes Polriu. Menurut Kapolri, timsus telah menemukan fakta bahwa tak terjadi tembak menembak antara Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Brigadir J.

Kapolri pun menyatakan bahwa yang terjadi adalah Richard menembak Yosua atas perintah Ferdy. Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pagi tadi, penyidik pun menetapkan Ferdy sebagai tersangka.

“Tadi pagi dilakukan gelar perkara dan timsus memutuskan saudara FS sebagai tersangka,” kata Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri.

Sebelumnya tim khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian Yosua. Mereka adalah Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Brigadir Ricky Rizal.

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto tentang pembunuhan dengan sengaja Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP sementara Brigadir Ricky Rizal dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Kemarin Gatot Eddy dan timnya juga kembali memeriksa Ferdy Sambo di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua, Depok. Ferdy ditahan di sana sejak Sabtu lalu. Dia awalnya ditahan karena pelanggaran kode etik.

Peran Ferdy dalam kasus pembunuhan Brigadir J diungkap dalam keterangan terbaru Richard. Dia mencabut keterangan lamanya yang menyebut ada baku tembak antara dirinya dengan Brigadir J di rumah dinas Ferdy pada Jumat (8/7) silam.

Baca Juga   Indonesia Simpan 5 Persen Cadangan Emas Dunia

Dalam keterangan terbarunya, Richard menyatakan dirinya turun dari lantai dua rumah dinas Ferdy karena mendengar ada kegaduhan di lantai satu. Sesampainya di sana, Richard mengaku melihat Ferdy memegang pistol sementara Yosua sudah terkapar bersimbah darah. Dia pun mengaku sempat menembak Yosua karena perintah atasannya.

Sebelum pengmuman tersebut, Ferdy Sambomemang telah dituding terlibat dalam upaya penghilangan alat bukti kejadian itu. Dia disebut memerintahkan anak buahnya mengambil kamera keamanan dan rekamannya setelah kejadian itu.

Selain itu, Ferdy juga yang disebut merancang skenario kematian Brigadir J seolah-olah terlibat aksi tembak menembak dengan Brigadir J setelah melecehan istrinya, Putri Candrawathi.

Menarik untuk terus menyimak, kelanjutan kasus ini. Apakah masih ada bintang yang akan terkapar, atau pelaku lainnya yang mungkin akan menyentak publik negeri ini. (*/ntc)