Gerai Modern Tak Perlu Dilarang di Sumatera Barat

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Datuak.jpg | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA– Sebagai sebuah provinsi dengan 19 kabupaten/kota yang ada di dalamnya, ada sebuah pertanyaan yang kerap meluncur dari masyarakat terutama mereka yang berdomisili di perantauan.

Pertanyaan tersebut adalah terkait dilarang atau tidak beroperasinya gerai modern sekelas Indomaret dan Almart di seluruh penjuru Sumatera Barat.

Walaupun kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi hancurnya usaha serupa yang dibangun oleh masyarakat, namun tetap saja hal ini tak mampu mempertahankan gerai milik masyarakat hancur karena keterbatasan modal, akses pasar dan lain sebagainya.

H Irwadi Dt Bandaro Kayo, seorang tokoh perantauan asal Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjuang Siriah, Kabupaten Solok yang cukup sukses di Jakarta justru berpendapat, kehadiran gerai modern tersebut sangat bagus.

“Kita tak boleh apriori dengan kehadiran Indomaret dan Alfamart. Justru kehadiran mereka sangat bagus untuk persaingan usaha. Yang dibutuhkan adalah merevisi kebijakannya saja,” ucap Mak Datuak, demikian pria ini biasa disapa dengan serius.

Kebijakan atau regulasi yang perlu direvisi menurutnya adalah bagaimana Indomaret dan Alfamart bisa menghadirkan produk UMKM setempat di etalase mereka.

“Kalau ini yang dilakukan, semua akan untung. Masyarakat untung, pemerintah pun untung, begitupun dengan pengusahanya,” katanya beralasan.

Kalau saja kehadiran gerai modern itu selalu dihalangi, akan banyak kerugian yang didapat. Selain Sumatera Barat dianggap sebagai pasar yang tertutup, pun pemerintah harus selalu memikirkan lapangan kerja buat warganya.

Pendapat H Irwadi, diaminkan oleh Dr Teddy Oswari yang sehari-harinya adalah seorang akademisi dari perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Pria yang biasa disapa Uda Teddy ini menyebutkan, kebijakan untuk menutup keran bagi Indomaret dan Alfamart, bukanlah sebuah kebijakan yang bagus bagi dunia usaha.

“Kita jangan selalu berfikir kerugiannya, justru kita harus berfikir tentang keuntungan dari kehadiran gerai tersebut. Selain tenaga kerja yang terserap cukup banyak, kontribusi mereka untuk pendapatan daerah juga harus dipertimbangkan,” ucapnya.

Baca Juga   Go Internasional, Rupiah Bisa Digunakan di Mancanegara

Yang terbaik menurut Uda Teddy adalah bagaimana caranya keberadaan gerai modern itu turut memudahkan akses pasar dari produk UMKM masyarakat. (ted)