Budaya  

Bahasa Sunda Jangan Sampai Hilang di Leuwinanggung

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Uwoh.jpg | Buliran.com

BuliranNews, DEPOK – Perkembangan zaman, sudah barang tentu berdampak pada kebudayaan masyarakat. Tak hanya budaya berupa kesenian dan teknologi, pun pastinya akan menyentuh lini kehidupan masyarakat dalam hal berkomunikasi atau berbahasa.

Kondisi ini, mendapat perhatian serius dari tokoh muda Leuwinanggung, H Uwoh Pramijaya. Meski warga Leuwinanggung masih terdengar berkomunikasi dalam bahasa Sunda, namun menurutnya jumlahnya mulai berkurang secara drastis.

“Bahkan khusus pasangan suami istri muda, mereka tak lagi memperkenalkan atau membudayakan berbahasa Sunda pada anak-anaknya. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kemampuan berbahasa mereka,” imbuhnya.

Meskipun anak-anak sekolah dan generasi muda masih memiliki kemampuan berbahasa Sunda yang bagus, namun menurut pria yang sehari-harinya adalah kepala sekolah SMK Madya Depok ini, didapatkan dalam pergaulan mereka dan bukan berasal dari rumah.

Sebagai seorang tokoh muda yang sangat peduli akan budaya dan bahasa Sunda, Uwoh sangat prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, kalau tak cepat diantisipasi, bukan tidak mungkin bahasa Sunda akan lenyap atau menghilang di wilayah Leuwinanggung.

Saat ditanya komposisi bahasa yang digunakan masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari, Uwoh mengatakan saat ini persentasenya 50:50. Artinya hanya separoh warga yang berkomunikasi dalam bahasa Sunda, sisanya sudah menggunakan bahasa Indonesia.

“Terus terang kondisi ini sangat berbahaya jika tak segera dicarikan jalan keluarnya, karena kalau bahasa ini sampai lenyap, maka warga di sini takkan lagi kenal dengan buadaya mereka,” katanya prihatin. (ted)

Baca Juga   Budaya Batu Akik Harus Senantiasa Dipertahankan