Budaya  

Budaya Batu Akik Harus Senantiasa Dipertahankan

Avatar Of Teddy Chaniago
2. Panda.jpg | Buliran.com

BuliranNews, DEPOK – Pecinta batu akik tentunya tersebar di banyak tempat bahkan di seluruh Indonesia. Namun yang menjadikan batu akik sebagai sebuah budaya, tentunya tak banyak atau bisa dikatakan sangat jarang.

Inilah yang menjadi perhatian para pecinta batu akik di Kota Depok. Jika daerah lain sebutlah Sumatera Barat dengan Lumuik Sungai Dareh, Bacan dari Maluku, Kecubung dari Kalimantan, Kalsedon dari Sulawesi Tenggara, Kali Maya dari Banten, Badar Sulaiman dari Aceh, Lumut Hijau dari Garut dan sebagainya, maka di Kota Depok ada juga yang menjadi padanannya yaitu Batu Akik Pandan.

2.4 Has | Buliran.com

Batu akik asli Kali Ciliwung tersebut antara lain terdiri dari Pandan Lumut, Pandan Emas, Pandan Kapas dan Pandan Nanas. Sebagaimana batu akik lainnya, batu akik Orang Depok ini pun memiliki pesona nan luar biasa.

Hal inikah yang mengilhami dibentuknya paguyuban Pandan Lovers yang tahun ini telah berusia 8 tahun. Sebagai sebuah komoditas daerah, tentunya semua warga Depok harus melestarikan dan memelihanya.

2. Pandan.jpg | Buliran.com

“Pandan Lovers telah berjasa dalam melestarikan batu akik Depok yaitu Pandan. Teruslah pelihara dan jaga budaya ini. Jangan sampai Pandan hilang dari khasanah batu akik nasional,” kata HM Hasbullah Rahmad, anggota DPRD Jawa Barat saat memberikan sambutan pada Lebaran Pandan yang digelar di Pasar Segar, Sukmajaya, Depok.

Tak sekadar bangga dengan paguyuban Pandan Lovers, Bang Has, demikian politisi dari Partai Amanat Nasional ini biasa disapa, dia malah berharap Batu Akik Pandan ke depan bisa menjadi buah tangan bagi tamu yang berkunjung ke Kota Depok.

2.5 Akik | Buliran.com

“Sebagai warga Depok dan sebagai wakil rakyat yang diusung masyarakat Depok, saya siap memperkenalkan Batu Akik Pandan secara luas. Dan insyaallah, saya siap jadi Duta Pandan Kota Depok,” kata Bang Has disambut tepuk tangan keluarga besar Pandan Lovers Kota Depok yang hadir di Lebaran Pandan tersebut. (ted)

Baca Juga   Aktivitas Komunitas Jawa di Suriname : Politik, Perbankan hingga Sepakbola